Sumbawanews.com,- Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku belum memutuskan apakah akan menambah pemain asing menjelang Super League 2026-2027, meski skuadnya sudah memiliki 10 pemain asing. Dalam regulasi kompetisi, tim diperbolehkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing, dengan sembilan nama masuk daftar susunan pemain dan tujuh di antaranya boleh tampil sebagai starter. Tavares, pelatih asal Portugal, menekankan bahwa keputusan ini harus didasarkan pada kebutuhan taktis dan keseimbangan skuad, bukan sekadar memenuhi kuota.
Saat ini, lini belakang Persebaya diperkuat Risto Mitrevski (Makedonia Utara), Walber Mota (Brasil/Portugal), Jefferson Silva (Brasil), dan Yuran Fernandes (Tanjung Verde). Di lini tengah, Gledson Paixao (Brasil), Francisco Rivera (Meksiko), dan Diogo Ramalho (Portugal) menjadi pilar utama. Sementara di depan, trio penyerang Alex Martins (Brasil), Miguel Pereira (Portugal), dan Yann Kevin Mabella (Kongo) siap memburu gol. Dengan susunan yang sudah lengkap, Tavares menilai penambahan pemain asing bukan jaminan peningkatan performa. “Pada saat ini bursa transfer masih terbuka, sehingga hingga batas waktu berakhir, segala kemungkinan tetap bisa terjadi. Kami bisa saja menambah satu pemain asing, tidak menambah sama sekali, atau justru merekrut pemain lokal baru,” ujarnya dalam wawancara dengan Okezone, mengutip laman i.League, Jumat (21/8/2026).
Tavares, yang sebelumnya menangani PSM Makassar, menegaskan fokus utamanya adalah membangun sinergi tim dan kematangan taktis, bukan sekadar memperbanyak nama asing. Ia menyadari bahwa keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh jumlah pemain asing, melainkan oleh kekompakan dan pemahaman permainan. Sejauh ini, Persebaya tetap tak terkalahkan dalam laga pramusim, sebuah pencapaian yang menjadi dasar keyakinannya bahwa skuad saat ini sudah memiliki fondasi kuat.
Dengan bursa transfer masih terbuka, manajemen dan pelatih tetap membuka ruang untuk evaluasi mendalam. Apakah akan menambah satu pemain asing, memperkuat lini lokal, atau mempertahankan susunan yang ada—semua opsi masih dalam perhitungan. Yang jelas, Tavares tidak ingin terburu-buru. Baginya, kualitas lebih penting daripada kuantitas.















