Home Berita Olah Raga Pascal Struijk Tolak Timnas Indonesia, Malah Jadi Incaran Tottenham

Pascal Struijk Tolak Timnas Indonesia, Malah Jadi Incaran Tottenham

Sumbawanews.com,- Bek tengah Leeds United, Pascal Struijk, yang secara tegas menolak ajakan membela Timnas Indonesia, kini menjadi salah satu target utama Tottenham Hotspur di bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 26 tahun itu, yang telah mencatatkan hampir 200 penampilan untuk The Whites sejak bergabung pada 2018, dinilai mampu memperkuat lini belakang Spurs yang tengah berupaya membangun kembali ketahanan pertahanan menjelang musim baru.

Meski kontraknya dengan Leeds tinggal tersisa satu tahun, Struijk tidak menunjukkan tanda-tanda akan memperpanjang ikatan dengan klub yang membesarkannya. Situasi ini memaksa manajemen Leeds untuk segera memutuskan nasib sang kapten — apakah akan berjuang mempertahankannya atau segera melepasnya sebelum nilai transfernya anjlok. Klub asal Yorkshire itu tidak ingin kehilangan aset berharga secara cuma-cuma, terutama mengingat potensi dana yang bisa didapat dari penjualan pemain berdarah Belanda-Indonesia tersebut.

Tottenham, yang tengah memperdalam lini pertahanan setelah kepergian beberapa pemain kunci, melihat Struijk sebagai solusi ideal: berpengalaman di Premier League, memiliki kecerdasan taktis, dan mampu bermain di dua sisi pertahanan. Laporan media Inggris *To The Lane and Back* menyebut Spurs telah memantau perkembangan sang bek sejak beberapa bulan lalu, bahkan sebelum isu kewarganegaraan Indonesia menjadi sorotan.

Di sisi lain, Leeds United tetap berupaya keras merayu Struijk untuk bertahan. Manajemen klub meyakini bahwa keberadaannya masih sangat krusial dalam upaya mempertahankan status di kasta tertinggi Inggris. Namun, dengan minat serius dari klub-klub elit seperti Tottenham, serta kemungkinan tawaran dari tim-tim Eropa lain, keputusan Struijk akan sangat menentukan masa depan karier dan finansialnya.

Media *Mot Leeds News* menegaskan bahwa Leeds tidak akan menolak tawaran yang layak, terutama jika tawaran itu menghindarkan risiko kehilangan pemain secara gratis pada musim depan. Sementara itu, Jurnalis Leeds Live, Isaac Johnson, memprediksi bahwa jika Tottenham atau klub sekelasnya mengajukan penawaran di atas £15 juta, Leeds kemungkinan besar akan melepaskan sang bek — bukan karena keinginannya, tapi karena kewajiban strategis.

Isu kewarganegaraan yang sempat menghangatkan perbincangan di Indonesia — di mana PSSI pernah menghubungi Struijk untuk mempertimbangkan naturalisasi — kini nyaris tak lagi menjadi fokus. Bagi Struijk, karier di level tertinggi Eropa jauh lebih menentukan daripada simbolisasi nasional. Ia memilih untuk tetap bermain di Premier League, bukan karena enggan membela Indonesia, tapi karena ia telah membangun identitas sebagai pemain top di liga paling kompetitif di dunia.

Kini, semua mata tertuju pada Leeds United dan Tottenham. Apakah Struijk akan tetap setia pada klub yang melahirkan karier profesionalnya, atau akan melangkah ke level baru bersama The Lilywhites? Jawabannya mungkin akan terungkap dalam beberapa minggu mendatang — dan bisa saja mengubah peta transfer Premier League musim ini.

Previous articleMesir Dukung Kesepakatan AS-Iran, Tekankan Stabilitas Kawasan Teluk
Next articleArema FC Pilih Kiper Lokal, Syahrul Trisna Gabung di Tengah Tren Asing