Sumbawanews.com,- Pada Minggu (16/8) pagi WIB, laga antara Inter Miami dan Nashville SC di Stadion Geodis Park, Nashville, berakhir dengan kekalahan telak 4-1 bagi tim tamu. Namun, sorotan tak hanya tertuju pada skor, melainkan pada aksi provokatif sekelompok suporter tuan rumah yang memicu kemarahan global. Dalam momen yang terjadi tak lama setelah Lionel Messi kehilangan ayahnya, Jorge Messi, sejumlah suporter Nashville membentangkan spanduk dan mengenakan kaos bergambar wajah Messi dan Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pose seolah-olah sedang menikah. Gambar itu, yang cepat menyebar di media sosial, dianggap sebagai pelecehan terhadap duka pribadi sang megabintang.
Warganet dari berbagai penjuru dunia, termasuk para penggemar rival Messi seperti Cristiano Ronaldo, langsung merespons dengan kecaman tajam. Banyak yang menyebut aksi itu sebagai batas yang terlalu jauh, terutama mengingat Messi baru saja mengalami kehilangan sosok terdekatnya. “Gw fans Ronaldo tapi ini udah emang penyakit hati tu orang,” tulis salah satu akun. “Messi humble aja masih aja banyak yang ngehate, bahkan disaat dia berduka juga masih ada aja yang ngehate,” timpal yang lain. Sebagian lain menegaskan bahwa meski Messi sering menjadi bahan meme, saat berduka, hiburan semacam itu tak lagi bisa dibenarkan.
Di atas lapangan, Messi gagal mengeksekusi penalti di babak pertama setelah tendangannya diblok kiper Nashville. Kegagalan itu menjadi simbol kekalahan timnya yang tak terbendung. Nashville SC unggul 4-1, memperkuat catatan buruk Inter Miami dalam laga tandang. Namun, di luar hasil pertandingan, kontroversi yang diciptakan oleh sebagian suporter justru menjadi sorotan utama—mengalihkan perhatian dari sepak bola ke persoalan kemanusiaan dan etika dalam mendukung tim.















