Home Berita Olah Raga Maroko Rayakan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026 dengan Pelukan dan Ciuman...

Maroko Rayakan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026 dengan Pelukan dan Ciuman untuk Ibu

Sumbawanews.com,- Pada Selasa, 30 Juni 2026, di Estadio Monterrey, Meksiko, keberhasilan Timnas Maroko menaklukkan Belanda lewat adu penalti 3-2 bukan sekadar pencapaian olahraga—ia menjadi momen emosional yang menyentuh hati ribuan penonton dan jutaan pemirsa di seluruh dunia. Setelah laga sengit yang berakhir dengan gol penyama kedudukan Issa Diop di menit ke-90, para pemain dan pelatih Maroko langsung berlari menuju tribun, mencari ibu, istri, dan keluarga mereka yang hadir menyaksikan pertandingan.

Striker Ismael Saibari menjadi salah satu yang paling terlihat emosional. Ia berlari menuju barisan penonton, merangkul erat ibunya, lalu mencium keningnya dengan penuh haru. Tak kalah mengharukan, rekan setimnya, Redouane Halhal, juga melakukan hal serupa—tangannya gemetar saat memeluk sang ibu, air mata mengalir tanpa bisa dibendung. Di sisi lain, pelatih Mohamed Ouahbi tak ketinggalan. Ia memeluk istrinya dan anak-anaknya yang duduk di barisan depan, menangis sambil berbisik terima kasih.

Kemenangan ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, menjadi wakil Afrika satu-satunya yang masih bertahan. Sebelumnya, Belanda unggul 1-0 lewat gol Cody Gakpo di menit ke-72, membuat Singa Atlas terpojok. Namun, ketahanan defensif dan mental baja tim asuhan Ouahbi mampu membalikkan keadaan. Dalam adu penalti, tiga eksekutor Belanda—termasuk Justin Kluivert, putra legenda Patrick Kluivert—gagal mengeksekusi, sementara semua penendang Maroko sukses.

Aksi para pemain dan pelatih yang langsung mencari ibu mereka usai laga menjadi sorotan global. Di media sosial, video-video tersebut viral dalam hitungan jam, dengan tagar #MarokoUntukIbu mendominasi tren di berbagai platform. Banyak penggemar menyebut momen itu sebagai “keindahan sejati sepak bola”—bukan hanya soal gol atau trofi, tapi tentang cinta, pengorbanan, dan penghargaan terhadap mereka yang selalu mendukung dari belakang layar.

Maroko kini bersiap menghadapi tuan rumah Kanada di babak 16 besar pada 5 Juli mendatang. Tapi bagi para pemainnya, kemenangan terbesar bukanlah melangkah ke putaran berikutnya—melainkan bisa kembali memeluk ibu mereka, setelah berjuang di panggung terbesar sepak bola dunia.

Previous article30 Negara Kirim Tim Penyelamat ke Venezuela Pasca-Gempa Dahsyat
Next articleDua Kuda Hitam Guncang Piala Dunia 2026, Era Baru Bola Eropa Mulai?