Home Berita Olah Raga Jerman Gagal di Piala Dunia 2026, Klopp Jadi Calon Pengganti Nagelsmann

Jerman Gagal di Piala Dunia 2026, Klopp Jadi Calon Pengganti Nagelsmann

Sumbawanews.com,- Timnas Jerman resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Paraguay 3-4 dalam adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Stadion Gillette, Boston, Selasa (30/6/2026). Kekalahan dramatis ini memperpanjang tren suram Der Panzer sejak gelar juara dunia pada 2014—untuk ketiga kalinya berturut-turut, Jerman gagal melangkah jauh di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Dalam tiga edisi terakhir, Jerman dua kali gagal lolos dari fase grup, dan kini langsung tersingkir di babak 32 besar. Kegagalan ini memicu gelombang kritik tajam dari media dan mantan pemain. Bild menyebutnya sebagai “mimpi buruk sepak bola Jerman berikutnya,” sementara eks bek tim nasional Arne Friedrich menilai kekalahan itu tak bisa diterima dan menyerukan tanggung jawab dari pelatih Julian Nagelsmann.

Thomas Hitzlsperger, mantan gelandang Jerman, menegaskan bahwa tersingkir secepat ini adalah kehinaan bagi negara dengan sejarah sepak bola sebesar Jerman. Meski tekanan semakin memuncak, Nagelsmann tetap menolak mengundurkan diri, mempertahankan komitmennya untuk memperbaiki tim meski dalam situasi kritis.

Namun, di tengah kekacauan manajerial, nama Juergen Klopp muncul sebagai solusi potensial. Mantan pelatih Liverpool itu, yang kini menjabat sebagai konsultan teknis di klubnya, langsung masuk dalam daftar calon utama pengganti Nagelsmann. Sumber di DFB (Asosiasi Sepak Bola Jerman) mengonfirmasi bahwa tim seleksi pelatih telah memasukkan Klopp ke dalam daftar pendek, mengingat rekam jejaknya dalam membangun tim yang solid, disiplin, dan penuh semangat—kualitas yang kini sangat dibutuhkan tim nasional.

Klopp sendiri belum memberikan komentar resmi, tetapi pernyataannya di media Inggris setelah laga Jerman-Paraguay—bahwa “jika gol dihukum seperti itu, maka Arsenal bukan juara”—menunjukkan kepeduliannya terhadap keputusan wasit dan dinamika pertandingan tingkat tinggi, yang membuat banyak pihak meyakini ia siap kembali ke panggung internasional.

Paraguay, di sisi lain, merayakan kemenangan historisnya dengan deklarasi libur nasional. Tim yang dikenal sebagai spesialis adu penalti ini kembali membuktikan kegigihannya, mengalahkan salah satu raksasa sepak bola dunia dengan ketenangan dan keberanian.

Dengan kekalahan ini, Jerman kini menghadapi masa transisi terberat dalam dekade terakhir. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang akan melatih tim di masa depan, tapi apakah negara ini masih mampu membangun kembali identitasnya sebagai kekuatan sepak bola global—atau apakah era kejayaan mereka telah berakhir.

Previous articleBelanda Tersingkir, Zlatan Amuk Koeman karena “Bunuh Identitas” Tim
Next articleMimpi Buruk Belanda Kembali Terulang di Adu Penalti Piala Dunia 2026