Sumbawanews.com,- Chelsea gagal merekrut Granit Xhaka setelah tawaran senilai 8 juta poundsterling dari klub asal London ditolak mentah-mentah oleh Sunderland. Penawaran yang diajukan pada Sabtu, 27 Juni 2026, dinilai klub asal Northeast Inggris itu tidak mencerminkan nilai sejati sang pemain maupun kontribusinya selama musim lalu.
Meski telah mencapai kesepakatan verbal dengan Xhaka, upaya The Blues untuk mendatangkan gelandang bertahan asal Swiss itu langsung terhenti. Sunderland menilai tawaran itu tidak pantas, baik dari segi nominal maupun penghormatan terhadap sang pemain yang menjadi tulang punggung tim dalam musim 2025/2026. Di bawah arahan manajer Xabi Alonso, Xhaka berperan sebagai metronom di lini tengah, membantu Sunderland finis di posisi ketujuh—lebih tinggi dari Chelsea yang hanya berada di peringkat sepuluh.
Xhaka sendiri punya sejarah kuat di Liga Inggris, setelah menjalani tujuh musim bersama Arsenal dari 2016 hingga 2023, dengan catatan 297 penampilan dan 23 gol. Ia juga membantu The Gunners meraih dua gelar Piala FA dan dua Community Shield. Kembali ke Inggris musim lalu, ia memilih Sunderland bukan sekadar untuk bermain, tapi untuk membangun kembali kejayaan klub yang sempat jatuh.
Kedekatan Xhaka dengan Alonso—yang pernah bekerja sama di Bayer Leverkusen dan memenangi treble di Jerman pada musim 2023/2024—menjadikan transfer ini semakin menarik. Namun, keinginan Alonso untuk merekrut mantan anak asuhnya tidak bisa mengalahkan prinsip Sunderland yang menolak menjual pemain kunci mereka dengan harga jauh di bawah harapan.
Jika bergabung ke Chelsea, Xhaka akan menjadi bagian dari tim yang kini menjadi rival langsung Arsenal—mengikuti jejak legenda seperti Ashley Cole, Olivier Giroud, dan Pierre-Emerick Aubameyang. Namun, rencana itu kini harus ditunda, setelah Sunderland menegaskan komitmennya untuk mempertahankan inti tim menjelang musim baru.















