Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 berakhir bagi Brasil setelah dikalahkan Norwegia 1-2 di babak 16 besar, Senin (6/7) dini hari WIB, di MetLife Stadium, New Jersey. Kekalahan ini memaksa tim Samba angkat koper lebih awal dari turnamen, sekaligus memicu gelombang kritik tajam dari media lokal yang menyalahkan manajemen federasi, pelatih Carlo Ancelotti, hingga performa buruk Bruno Guimaraes.
Media-media Brasil seperti O Globo melabeli kekalahan ini sebagai “akhir dari mimpi” dan “puasa gelar berlanjut”. Kritik paling keras ditujukan pada kebijakan CBF yang dianggap sering berganti pelatih—empat pelatih sejak Ramon Menezes hingga Ancelotti—dan terlalu banyak memanggil pemain, dengan total 96 pemain dipanggil dalam periode ini. Di level pemain, Bruno Guimaraes menjadi sasaran tembak habis-habisan. O Globo menilai penampilannya sebagai yang terburuk di Piala Dunia, bukan hanya karena gagal mengeksekusi penalti di awal laga, tetapi juga karena kesalahan strategis sebelumnya yang memicu gol Norwegia yang kemudian dianulir. Pemain Newcastle United itu hanya berhasil melepaskan 15 umpan di sepertiga lapangan lawan, dengan penguasaan bola yang minim.
Gol tunggal Brasil hanya datang dari penalti Neymar, sementara dua gol Erling Haaland menjadi penentu nasib tim tamu. Dengan kekalahan ini, Brasil gagal melangkah lebih jauh sejak gelar terakhirnya pada 2002, dan Norwegia berhak melanjutkan perjalanan ke perempat final melawan Inggris. Ancelotti dan jajaran manajemen kini menghadapi tekanan luar biasa untuk memperbaiki struktur tim, sementara publik Brasil mempertanyakan masa depan tim nasional yang dulu dijuluki “tim paling dicintai dunia”.















