Sumbawanews.com,- Aplikasi Antizuck Smart Glasses Scanner, buatan Albert Pariente Cohen, kini tersedia di iPhone dan mampu mendeteksi keberadaan kacamata pintar berkamera di sekitar pengguna melalui pemindaian sinyal Bluetooth. Dirancang untuk meningkatkan privasi, aplikasi ini mengidentifikasi perangkat seperti Meta Smart Glasses, Snap Spectacles, Meta Quest headsets, dan RayNeo smart glasses, serta memberi peringatan jika ada kemungkinan perekaman diam-diam. Antizuck tidak memerlukan akun atau pendaftaran email, dan semua data tetap berada di perangkat pengguna tanpa dikirim ke luar. Dijual dengan harga US$ 2,99 atau sekitar Rp 53.587, aplikasi ini berhasil mendeteksi kacamata Meta dan Quest 3, bahkan menampilkan nama dan perkiraan jarak perangkat saat dalam mode sleep.
Namun, deteksi kacamata Meta hanya terjadi saat perangkat dinyalakan ulang, diisi daya, atau dalam proses pairing, bukan saat sedang merekam. Antizuck juga tidak bisa mengidentifikasi siapa pemilik perangkat atau memberi notifikasi langsung saat foto atau video diambil. Menariknya, saat mendeteksi kacamata Even Realities G2 yang sedang diisi daya, aplikasi tidak menandainya sebagai ancaman karena perangkat itu tidak dilengkapi kamera. Peringatan “Seseorang mungkin sedang merekam di dekatmu” muncul hanya dalam kondisi tertentu, dan jarang terjadi di ruang publik karena pengguna jarang mengisi daya kacamata pintar di tempat umum.
Meski terbatas, kehadiran Antizuck menjawab kekhawatiran luas terhadap penggunaan kacamata pintar berkamera. Isu ini bahkan memicu larangan penggunaan perangkat semacam itu di ruang sidang New York dan komentar dari penyanyi Lorde yang menyebutnya “tidak seksi.” Di sisi lain, kacamata pintar tetap memiliki manfaat positif, seperti membantu penyandang disabilitas penglihatan, mengidentifikasi spesies burung, merekam aktivitas bersepeda, atau mendata struk belanja untuk keperluan pajak. Penggunaan teknologi ini, seperti mengambil foto di tempat umum, tetap legal namun berada di garis tipis antara privasi dan keamanan—efektivitas dan etikanya bergantung pada niat penggunanya.















