Sumbawanews.com,- Pada Kamis, 2 Juli 2026, dini hari WIB, Belgia berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Senegal 3-2 dalam pertandingan sengit di Stadion Seattle. Romelu Lukaku, striker andalan tim, menjadi pemicu kebangkitan dengan mencetak gol pengecil skor di menit ke-86, sebelum Youri Tielemans menyamakan kedudukan dan kemudian mengeksekusi penalti penentu kemenangan. Namun, pengakuan jujur Lukaku tentang penolakannya menjadi algojo penalti justru menjadi sorotan terbesar usai laga.
Lukaku, yang berusia 33 tahun, mengaku secara terbuka bahwa meski ia ingin mengambil penalti, ia merasa belum siap secara mental menghadapi tekanan momen hidup-mati itu. “Apakah saya ingin mengambil penalti itu? Ya. Tetapi secara mental saya belum siap menghadapi momen yang begitu sulit dan menentukan seperti itu,” ujarnya, seperti dikutip dari HLN Voetbal. Keputusan itu ia serahkan kepada kapten tim, Youri Tielemans, yang sukses mengecoh kiper Senegal, Mory Diaw, dan mengamankan kemenangan dramatis bagi Belgia.
Kemenangan ini menjadi comeback paling menggemparkan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Belgia sempat tertinggal 0-2, nyaris tersingkir, sebelum bangkit dengan dua gol dalam delapan menit terakhir babak reguler. Kemenangan ini tidak hanya menyelamatkan asa tim Setan Merah, tetapi juga memperlihatkan kedewasaan mental seorang Lukaku yang lebih memilih kepentingan tim daripada ego pribadi.
Di babak 16 besar, Belgia akan menghadapi Amerika Serikat, yang sebelumnya menang 2-0 atas Bosnia & Herzegovina. Pertandingan ini diprediksi bakal menjadi ujian berat, mengingat kecepatan dan intensitas permainan tim tuan rumah yang kian meningkat. Namun, kepercayaan tim terhadap keputusan kolektif seperti yang ditunjukkan Lukaku bisa menjadi kunci utama dalam perjalanan mereka menuju gelar.















