Sumbawanews.com,- Limbah batu bara berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) diubah menjadi pupuk kompos ramah lingkungan oleh warga binaan di Bangka Belitung, dalam pelatihan yang digelar Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang pada 16 Juli 2026. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan keterampilan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan, dengan produk hasil olahan langsung diuji coba di perkebunan kelapa sawit di Desa Binaan Cerucuk. Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menegaskan bahwa program ini mencerminkan pergeseran orientasi pemasyarakatan menuju kemandirian nyata, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi narapidana pasca-bebas. Kolaborasi antar-lapas ini juga diharapkan menjadi model berkelanjutan yang bisa direplikasi di unit pemasyarakatan lain, membuktikan bahwa limbah tak bernilai bisa disulap menjadi aset pertanian.















