Sumbawanews.com,- Jakarta, sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, memperlihatkan wajah modernitas dengan gedung pencakar langit dan kawasan elit. Namun di baliknya, premanisme tumbuh sebagai jaringan kekuasaan informal yang memanfaatkan kelemahan negara dalam mengatur ruang publik. Fenomena ini bukan sekadar kekerasan jalanan atau pemalakan, melainkan gejala sosial yang lahir dari pertemuan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, relasi kekuasaan, dan perebutan ruang kota. Berdasarkan perspektif sosiologi, premanisme muncul akibat ketidakseimbangan antara tujuan sosial—seperti memperoleh penghasilan—dengan sarana legal yang tersedia, mendorong sebagian individu memilih cara ilegal sebagai strategi bertahan hidup. Tidak semua pelaku premanisme berasal dari kalangan miskin; banyak yang terhubung dengan jaringan ekonomi atau politik kuat, menunjukkan bahwa premanisme adalah produk struktural, bukan hanya masalah moral individu.















