Sumbawanews.com,- Rabu, 7 Oktober 2026, di laga perpisahan yang mengharukan, Lionel Messi menutup kariernya di tim nasional Argentina usai membawa Tango menang 3-0 atas Benin. Pemain berusia 39 tahun itu mencetak satu gol dari titik penalti dan memberikan dua assist, masing-masing untuk Nicolas Otamendi dan Nico Paz, menjadi penutup sempurna atas 21 tahun pengabdiannya di kancah internasional. Pelatih tim, Lionel Scaloni, terbuka air mata saat menyaksikan sang legenda meninggalkan lapangan untuk terakhir kalinya, mengaku tak pernah menyangka bisa melatih pemain terbaik sepanjang sejarah.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah menyangka akan menjadi pelatih bagi pesepak bola terbaik dalam sejarah,” ujar Scaloni, seperti dilansir Sky Sports. Ia menambahkan, kehadiran Messi di tim bukan sekadar keberuntungan, tapi anugerah yang membuat seluruh tim merasa dihormati. “Kami sangat berterima kasih kepadanya karena telah memberi kami kesempatan untuk berada di sisinya.”
Air mata Scaloni bukan sekadar tanda duka, tapi pengakuan akan warisan tak ternilai yang ditinggalkan Messi. “Air mata ini mengalir karena begitu banyak hal yang berkecamuk di benak saya. Sungguh menyedihkan tidak bisa lagi melihatnya; ia mewariskan sesuatu yang luar biasa bagi kami,” katanya. Ia memuji aura luar biasa yang hanya dimiliki Messi, yang menurutnya tak pernah ia lihat pada siapa pun seumur hidupnya.
Dengan delapan gelar Ballon d’Or dan rekor internasional yang tak terkejar, pensiunnya Messi bukan hanya akhir sebuah era, tapi penutupan babak paling gemilang dalam sejarah sepak bola modern. Argentina berdiri sebagai bangsa yang beruntung—bukan hanya karena meraih gelar, tapi karena pernah memiliki sang maestro yang mengubah setiap pertandingan menjadi karya seni.















