Sumbawanews.com,- Istanbul — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil sikap pasif, memilih untuk tidak merespons apapun jika Iran menghentikan pembicaraan damai tak langsung dengan Washington. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News, Trump menyatakan, “Saya pikir kita sudah terlalu banyak bicara. Diam akan jauh lebih baik.”
Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan Iran, seperti dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim, untuk menangguhkan semua saluran negosiasi melalui mediator. Langkah Teheran diambil sebagai protes terhadap serangan militer Israel di Lebanon, yang dianggap Iran sebagai bagian dari strategi AS yang memperburuk ketegangan di kawasan.
Namun, Trump menegaskan bahwa blokade maritim AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tidak akan dicabut—bahkan akan diperketat. “Mereka bisa menunggu selama yang mereka inginkan,” ujarnya. “Blokade ini menyakiti mereka lebih dari yang mereka sadari.”
Dengan ekonomi Iran yang terus terhimpit akibat sanksi, dan akses ke pasar global yang semakin terbatas, Washington memilih strategi tekanan ekonomi daripada perundingan aktif. Trump menekankan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk kembali ke meja perundingan, terutama jika Iran tidak menunjukkan niat tulus.
Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan lama Trump yang mengutamakan “maximum pressure” terhadap Teheran. Meski sebelumnya ia menyatakan optimisme bahwa Iran “benar-benar ingin mencapai kesepakatan”, kini ia tampak puas dengan status quo—mengandalkan beban ekonomi sebagai senjata utama.
Sementara itu, sekutu-sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Jepang dan negara-negara Teluk, terus memantau perkembangan ini dengan hati-hati. Jepang, misalnya, baru-baru ini mendesak Iran untuk menjamin keamanan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sementara Uni Eropa masih berupaya menjembatani dialog.
Dengan AS memilih diam, dan Iran memilih menunggu, krisis diplomatik ini berubah menjadi permainan psikologis—di mana waktu menjadi alat tekanan paling ampuh. Dan sampai saat ini, Trump tampak tak peduli seberapa lama permainan itu berlangsung.















