Home Berita Nasional Selat Hormuz Kembali Ramai Dilewati Kapal Dagang

Selat Hormuz Kembali Ramai Dilewati Kapal Dagang

Sumbawanews.com,- Jenewa — Selat Hormuz, jalur strategis penghubung Teluk Persia dengan Samudra Hindia, kini kembali menjadi arteri utama perdagangan global setelah berbulan-bulan terganggu oleh ketegangan militer. Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, mengonfirmasi pada Selasa (23/6) bahwa selat tersebut telah kembali terbuka sepenuhnya bagi semua kapal dagang, termasuk tanker minyak dan peti kemas internasional.

Dalam pernyataannya di markas PBB, Bahreini menegaskan bahwa arus lalu lintas maritim di wilayah itu telah beroperasi secara normal, dengan volume pengiriman minyak mentah mencapai level tertinggi sejak awal Juni. “Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, tanpa diskriminasi atau hambatan,” ujarnya.

Pembukaan ini menyusul kesepakatan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang ditandatangani secara elektronik pekan lalu, berupa Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Kesepakatan itu menetapkan dua pilar utama: AS wajib mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Teheran berkomitmen menghentikan segala bentuk gangguan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar berlangsung di Swiss pada 21 Juni, memperdalam implementasi kesepakatan tersebut. Laporan dari agensi Anadolu menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintasi selat telah meningkat signifikan dalam 48 jam terakhir, menandai pemulihan cepat terhadap rantai pasok energi global yang sempat terganggu sejak konflik militer meletus pada 28 Februari.

Kesepakatan ini dianggap sebagai terobosan diplomatik penting, mengingat Selat Hormuz menjadi jalur transit bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Pemulihan arus perdagangan di sana diyakini akan menstabilkan harga energi global dan mengurangi tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk yang bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah.

Meski demikian, sejumlah analis tetap waspada. Kepastian jangka panjang kesepakatan ini masih bergantung pada konsistensi kedua belah pihak dalam memenuhi kewajiban, terutama di tengah retorika keras dari pihak AS yang sebelumnya mengancam akan merebut kendali atas selat tersebut dan memungut “biaya lintas”.

Sementara itu, negara-negara tetangga seperti Oman terus mendorong upaya deeskalasi dan menegaskan komitmennya menjadikan Selat Hormuz sebagai jalur maritim bebas bea dan aman bagi semua pihak. Dengan kembalinya kestabilan di jalur strategis ini, dunia kembali menaruh harapan pada diplomasi sebagai alat utama menyelesaikan konflik, bukan kekuatan militer.

Previous articlePersib Lepas Sergio Castel, Lini Depan Kembali Diperbaiki
Next articlePrabowo Ingin Kuliah Gratis untuk Anak Buruh dan Petani
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik