Home Berita Nasional SATU Indonesia Awards 2026 Ungkap Juri Legendaris yang Teliti Inovasi Anak Muda

SATU Indonesia Awards 2026 Ungkap Juri Legendaris yang Teliti Inovasi Anak Muda

Sumbawanews.com,- Setiap tahun, SATU Indonesia Awards menjadi panggung bagi generasi muda Indonesia yang berani bertindak mengubah realitas sosial. Pada penyelenggaraan ke-17 tahun ini, yang resmi diluncurkan pada 1 April 2026 dengan tema “Terhubung dalam Aksi”, Astra kembali menugaskan sepuluh tokoh berpengaruh sebagai dewan juri—semuanya memiliki rekam jejak panjang dalam membangun dampak nyata bagi masyarakat.

Di puncak juri, Prof. Nila Moeloek, mantan Menteri Kesehatan 2014–2019 dan pakar oftalmologi, kembali berperan setelah 15 tahun berturut-turut sejak 2012. Ia menjadi simbol konsistensi dalam menilai inisiatif kesehatan berbasis komunitas. Tak kalah lama, Prof. Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Pendidikan dan kini Rektor Universitas YARSI, telah menjadi juri sejak penyelenggaraan pertama pada 2010—17 tahun tanpa putus, mengawal karya-karya pendidikan yang merakyat.

Tri Mumpuni, pelopor energi mikrohidro dan pendiri IBEKA, terus menjadi suara desa di meja juri sejak 2010. Ia menilai bagaimana teknologi sederhana bisa mengubah hidup ratusan desa terpencil. Sementara Onno Widodo Purbo, yang dijuluki “bapak internet Indonesia”, memantau inovasi digital anak muda sejak 2012, dari proyek RT/RW Net hingga solusi akses internet berbiaya rendah yang menginspirasi.

Di ranah media, Arif Zulkifli, Direktur Utama Tempo Media, menjadi wakil jurnalistik sejak 2022, membawa perspektif investigasi dan keberanian menyuarakan kebenaran. Sementara Dian Sastrowardoyo, yang telah bergabung sejak 2019 dan menjadi juri tetap hingga 2026, menilai karya-karya yang menyentuh pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian budaya melalui lensa seni dan kepedulian sosial.

Billy Boen, pendiri Young On Top, masuk sebagai juri sejak 2020, mengamati bagaimana generasi muda membangun mindset kepemimpinan di luar ruang kelas. Raline Shah, yang baru bergabung pada 2024, membawa suara dari posisinya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital—menghubungkan dunia kreatif dengan isu sosial yang mendesak.

Dua tokoh internal Astra juga duduk di meja juri: Diah Suran Febrianti, Head of Environment & Social Responsibility, yang mengawal keberlanjutan program perusahaan di lima pilar utama, dan Windy Riswantyo, Head of Corporate Communications, yang baru resmi menjadi juri pada 2025 setelah lebih dari sepuluh tahun mengelola komunikasi strategis perusahaan.

Semua juri ini bukan sekadar nama besar—mereka adalah saksi hidup dari perubahan yang dibangun anak muda Indonesia. Dari desa hingga kota, dari energi terbarukan hingga literasi digital, mereka memilih bukan hanya yang menang, tapi yang berani memulai.

Previous articleIndonesia Juara eFootball China Invitational 2026, Rizky-Denis Kalahkan Jepang di Final
Next articleAmerika Serikat Menang 2-0 atas Bosnia, Pulisic Diganti sebagai Tindakan Preventif