Home Berita Nasional Roger dan Cut Meyriska Bantu Polisi Selidiki Hanania Travel

Roger dan Cut Meyriska Bantu Polisi Selidiki Hanania Travel

Sumbawanews.com,- Pasangan selebritas Roger Danuarta dan Cut Meyriska diperiksa Polda Metro Jaya terkait keterlibatan mereka dalam kampanye promosi umrah oleh Hanania Travel, yang kini menjadi sorotan dalam kasus dugaan penipuan massal. Keduanya tampil sebagai saksi dalam penyidikan yang sedang berlangsung, dan menegaskan bahwa mereka tidak hanya menerima paket umrah gratis, tetapi juga membayar sendiri perjalanan keluarga mereka.

Dalam keterangan kepada awak media usai pemeriksaan, Cut Meyriska menjelaskan bahwa kerja sama dengan Hanania Travel dimulai pada 2024 melalui skema barter: foto dan video promosi dipertukarkan dengan paket perjalanan umrah. “Kami juga punya bukti transfer pembayaran pribadi, kontrak resmi, dan semua dokumen pendukung sudah kami serahkan ke polisi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keluarganya ikut berangkat umrah secara mandiri, bukan hanya sebagai duta promosi.

Roger Danuarta menambahkan bahwa sebelum menerima tawaran, pihaknya sempat melakukan riset singkat terhadap perusahaan tersebut. Namun, ia mengaku terkejut saat kasus penipuan terungkap dan banyak jemaah menjadi korban. “Kami tidak tahu apa-apa soal praktik ilegalnya. Tapi kami siap membantu polisi sejelas-jelasnya, demi keadilan bagi para korban,” katanya.

Keduanya menjadi bagian dari daftar panjang influencer yang dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memeriksa Keanu Angelo, Praz Teguh, Paula Verhoeven, Aaliyah Massaid, Thariq Halilintar, serta sejumlah nama lain seperti Sara Gibson dan Audrey Jesselyn. Semua pemeriksaan bertujuan mengungkap sejauh mana para selebritas mengetahui atau terlibat dalam praktik bisnis yang diduga menipu ribuan jemaah.

Polisi telah menetapkan Ahmad Syah Farhan (ASF), pemilik Hanania Travel, sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang sebagaimana diatur dalam KUHP baru, khususnya Pasal 492, 486, dan 607. Hingga kini, lebih dari 122 korban telah diperiksa, dan polisi membuka posko aduan khusus bagi masyarakat yang merasa dirugikan.

Cut Meyriska menyampaikan rasa prihatin mendalam terhadap para korban yang kehilangan uang dan impian beribadah. “Banyak teman-teman yang nanya, yang ngehubungi, yang cerita mereka sudah bayar tapi nggak bisa berangkat. Kami ikut sedih,” ujarnya.

Pemeriksaan terhadap Roger dan Cut Meyriska berlangsung lancar, tanpa tanda-tanda tekanan. Mereka menegaskan tidak pernah menerima uang tunai atau komisi dari Hanania Travel, dan seluruh transaksi dilakukan secara transparan sesuai kontrak. Keduanya berharap penyidikan ini bisa mengungkap seluruh jaringan kejahatan yang terlibat, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap industri perjalanan ibadah.

Polisi masih terus menggali keterlibatan pihak-pihak lain, termasuk pihak yang menyediakan layanan akomodasi, biro perjalanan mitra, dan sistem pembayaran yang digunakan. Kasus ini kini menjadi salah satu skandal kepercayaan terbesar dalam sejarah umrah di Indonesia, dengan dampak sosial yang meluas hingga ke ranah hukum, moral, dan spiritual.

Previous articleTimnas Iran Berlatih di Tengah Kawat Berduri dan Patroli Senapan
Next articleDemo Mahasiswa Picu Macet Parah di Bundaran HI
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.