Sumbawanews.com,- Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperpanjang rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Bekasi-Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, mulai Kamis, 23 Juli 2026, pukul 15.00 WIB. Langkah ini diambil setelah penutupan sejumlah putaran balik (U-turn) di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City berhasil mengurai kemacetan parah yang terjadi pada Rabu malam, 22 Juli 2026. Kepala Dishub DKI Budi Awaludin menyatakan arus lalu lintas kembali lancar setelah tindakan tersebut diterapkan. Rekayasa ini akan diawasi oleh personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Penutupan U-turn dinilai efektif mengurangi penumpukan kendaraan di jalur utama yang menjadi rute utama truk peti kemas. Kemacetan dipicu oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat volume impor yang tinggi tanpa diimbangi aktivitas ekspor. Dishub DKI menilai kapasitas depo Pelindo yang saat ini baru mencapai 65 persen menjadi penyebab utama antrean panjang truk. Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya mengharapkan kapasitas depo dapat ditingkatkan menjadi 75 hingga 80 persen.
Personel akan kembali ditempatkan di titik-titik strategis yang sebelumnya menjadi pusat kemacetan, termasuk di sepanjang Jalan Raya Bekasi hingga Cilincing. Tidak ada rencana perubahan jadwal atau lokasi penutupan U-turn selain yang telah diterapkan sebelumnya.















