Home Berita Nasional PSG Raih Gelar Kedua Berturut-turut Usai Kalahkan Arsenal di Adu Penalti

PSG Raih Gelar Kedua Berturut-turut Usai Kalahkan Arsenal di Adu Penalti

Sumbawanews.com,- Budapest — Paris Saint-Germain mencatatkan sejarah dengan menjadi tim pertama dalam dekade ini yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions, usai menaklukkan Arsenal lewat adu penalti 4-3 dalam laga final yang penuh dramatis di Puskas Arena, Budapest, Minggu (30/5/2026).

Laga yang diawali dengan kejutan cepat dari Arsenal berubah menjadi pertarungan sengit antara dua tim dengan gaya berbeda. Dalam lima menit pertama, Kai Havertz memanfaatkan kesalahan bek PSG Marquinhos untuk melepaskan tembakan akurat dari sudut sempit, membuat tim asuhan Mikel Arteta unggul 1-0. Kekalahan itu membuat para pemain PSG terkejut, tapi bukan terpukul.

Dengan cepat, Les Parisiens mengambil alih kendali permainan. Fabian Ruiz, Desire Doue, dan Ousmane Dembélé menggelontorkan serangan bertubi-tubi, namun David Raya, kiper muda Arsenal, tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan gemilang. Tidak ada yang bisa menembus gawangnya hingga jeda.

Di babak kedua, tekanan PSG tak kunjung redup. Pada menit ke-62, keputusan wasit berubah segalanya. Setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran oleh Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang, PSG mendapat hadiah penalti. Ousmane Dembélé, yang baru saja meraih Ballon d’Or 2025, mengeksekusi dengan dingin—menempatkan bola di sudut kiri bawah gawang, membuat Raya tak bisa bergerak. Skor 1-1. Pusat stadion meledak.

Setelah gol itu, PSG bermain dengan kepercayaan diri yang membara. Vitinha mencoba jarak jauh, Kvaratskhelia nyaris mengakhiri laga dengan tendangan yang membentur tiang. Sementara Arsenal, meski memasukkan pemain-pemain fresh seperti Viktor Gyokeres dan Gabriel Martinelli, tak mampu menciptakan peluang jelas hingga waktu normal berakhir.

Babak tambahan berjalan ketat, penuh tekanan dan kehati-hatian. Raya sekali lagi menjadi pahlawan dengan menyelamatkan tembakan Dembélé, sementara Jurrien Timber nyaris memberi Arsenal kemenangan dengan tembakan miring yang melebar.

Ketika wasit meniup peluit panjang, skor tetap 1-1. Maka, tak ada jalan lain selain adu penalti—pertaruhan nyawa di atas rumput.

PSG tampil lebih tenang. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menuntaskan tugasnya. Nuno Mendes gagal, tapi itu tak menggoyahkan mental tim. Di sisi Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli membuahkan gol, namun Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes—penendang terakhir—gagal mengarahkan bola ke gawang. Kegagalan Magalhaes menjadi titik balik: trofi kembali ke Paris.

Dengan kemenangan ini, PSG menjadi tim pertama sejak Real Madrid (2016-2018) yang meraih gelar Liga Champions berturut-turut. Luis Enrique, pelatih asal Spanyol, mengaku ini lebih sulit daripada gelar pertama: “Kami bukan tim terbaik di lapangan, tapi kami tim yang paling tak mau kalah.”

Marquinhos, kapten yang mengangkat trofi di tengah sorak-sorai ribuan pendukung PSG, mengatakan: “Ini bukan tentang nama besar. Ini tentang hati.”

Arsenal, meski gagal meraih gelar pertama sejak 2006, telah membuktikan diri sebagai kekuatan baru Eropa. Arteta memuji anak asuhnya: “Mereka bermain dengan keberanian. Kekalahan ini bukan akhir, tapi awal dari era baru.”

Dengan gelar kedua berturut-turut, PSG kini bergabung dalam daftar elit tim Eropa yang mampu mempertahankan trofi tertinggi—dan menegaskan bahwa dominasi bukan sekadar mimpi, tapi realitas yang mereka bangun, satu tendangan penalti demi satu tendangan penalti.

Previous article58 Pasangan Ditipu WO, Rugi Rp2,6 Miliar di Jaktim
Next articleHizbullah Serang Utara Israel dengan Serangan Terbesar Sejak Gencatan Senjata
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik