Home Berita Nasional Polda Metro Akan Panggil Influencer Terkait Skandal Hanania Travel

Polda Metro Akan Panggil Influencer Terkait Skandal Hanania Travel

Sumbawanews.com,- Polda Metro Jaya akan memanggil sejumlah influencer yang terlibat dalam kampanye promosi paket umrah Hanania Travel, menyusul penyelidikan mendalam terhadap dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah senilai Rp12,14 miliar. Para selebgram dan konten kreator yang menjadi agen pemasaran perusahaan tersebut akan diperiksa sebagai saksi, setelah terungkap bahwa uang jemaah justru dialihkan untuk membayar komisi promosi, bukan untuk keperluan ibadah.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk membiayai perjalanan umrah para jemaah justru digunakan untuk kepentingan pribadi dan pemasaran. “Sebagian besar uang jemaah digunakan untuk membayar influencer sebagai bagian dari strategi marketing,” ujar Iman, Selasa (2/6/2026).

Kasus ini semakin memperburuk citra Hanania Travel, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Ahmad Syah Farhan (ASF), Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, kini ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya sejak 29 Mei lalu. Ia dijerat pasal penipuan, penggelapan, dan pencucian uang sesuai KUHP 2023, dengan total korban mencapai puluhan orang.

Bukan hanya jemaah yang dirugikan, sejumlah agen resmi Hanania Travel juga melaporkan kerugian miliaran rupiah akibat ketidakjelasan penyaluran dana dan gagalnya keberangkatan jemaah. Polda Metro Jaya pun telah membuka posko aduan khusus untuk memudahkan korban melaporkan kerugian mereka.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik tengah menggali jejak keuangan perusahaan, termasuk alur transaksi yang menghubungkan dana jemaah dengan pembayaran ke akun pribadi ASF dan rekening influencer. Beberapa nama yang diduga terlibat dalam kampanye promosi viral di media sosial kini menjadi fokus pemeriksaan.

Kasus ini memperlihatkan semakin rumitnya modus penipuan di industri perjalanan ibadah, di mana kepercayaan spiritual dimanfaatkan sebagai alat pemasaran. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dalam memperluas jaringan penipuan—termasuk mereka yang sengaja mempromosikan produk palsu—akan diperlakukan setara dengan pelaku utama.

Sementara itu, ribuan jemaah yang telah membayar uang muka masih menanti kejelasan keberangkatan, sementara keluarga mereka terus mempertanyakan nasib para calon haji yang kini terjebak dalam ketidakpastian. Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap seluruh jaringan yang terlibat, termasuk pihak-pihak di balik layar yang memanfaatkan pengaruh sosial untuk menutupi kejahatan finansial.

Previous articlePrabowo Tinjau Sistem Pemenuhan Gizi dan Makan Bersama Siswa
Next articlePT Intam Alpa RDP, Kecamatan Ropang Akan Memediasi
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik