Sumbawanews.com,- Idul Adha 2026 menjadi momentum bagi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat melalui program “PNM Bersyukur dan Berkurban.” Sebanyak 18 cabang perusahaan secara serentak menyalurkan hewan kurban berupa sapi kepada warga di sekitar wilayah layanan, dengan dagingnya dibagikan secara merata kepada ratusan keluarga kurang mampu, pelaku UMKM, hingga pedagang kecil yang beraktivitas di sekitar kantor PNM.
Di kantor pusat, Menara PNM di Jakarta, dua ekor sapi dipotong dan dagingnya disalurkan kepada 500 penerima manfaat—termasuk warga sekitar, penjual ketoprak, dan pekerja harian yang setiap hari berada di lingkungan kantor. Salah satunya Sule, pedagang ketoprak yang rutin berjualan di depan gedung. “Terima kasih kepada PNM atas daging kurban ini. Semoga kebaikan ini membawa berkah untuk semua yang terlibat,” ujarnya dengan nada tulus.
Di wilayah pedesaan, kehadiran PNM juga dirasakan secara nyata. Di Desa Petungsinarang, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, bantuan satu ekor sapi kurban diterima langsung oleh warga Dusun Weruteklok. Kepala Desa Suryadi mengatakan, bantuan ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tapi juga simbol kepedulian yang menyentuh hati. “Ini bentuk perhatian nyata dari perusahaan yang tidak hanya fokus pada pembiayaan, tapi juga pada kemanusiaan,” katanya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT PNM ke-27 dengan tema “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan.” Dengan pendekatan yang holistik, PNM menegaskan bahwa perannya tidak terbatas pada pemberdayaan ekonomi melalui program Mekaar dan SAPA UMKM, tetapi juga pada pembangunan sosial yang berbasis keikhlasan dan keberlanjutan.
Melalui aksi nyata ini, PNM ingin menunjukkan bahwa keberkahan ekonomi harus mengalir ke seluruh lapisan masyarakat—bukan hanya bagi nasabah, tapi juga bagi mereka yang hidup di pinggiran, yang sering kali menjadi saksi diam dari kemajuan. Di tengah hiruk-pikuk komersialisasi Idul Adha, PNM memilih untuk kembali pada esensi sejati kurban: berbagi tanpa mengharap balas, dan hadir sebagai bagian dari kehidupan yang lebih manusiawi.















