Sumbawanews.com,- Temanggung – Kelompok petani di Desa Selosabrang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menentang rencana pembangunan batalion teritorial di wilayah mereka. Protes disampaikan dalam forum dialog antara warga dengan perwakilan TNI dan pemerintah setempat.
Warga khawatir pembangunan markas militer tersebut akan menggerus lahan pertanian produktif. “Jika ini diteruskan, habislah mata pencaharian kami,” ujar salah seorang petani dalam video yang viral di media sosial.
Mabes TNI melalui Brigjen Muhammad Nas menyatakan akan menindaklanjuti keluhan warga. “TNI AD akan mencari solusi terbaik bersama masyarakat,” katanya.
Kementerian Pertahanan berencana membangun 750 batalion teritorial hingga 2029, dengan target 150 unit per tahun. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengklaim kehadiran batalion teritorial mampu menekan angka kriminalitas hingga 50 persen.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program penguatan pertahanan wilayah, namun kerap menuai protes warga karena dianggap mengancam lahan pertanian dan permukiman.















