Home Berita Nasional Pesawat Jemaah Haji Terlambat Lima Jam, Wamenhaj Tegur Garuda

Pesawat Jemaah Haji Terlambat Lima Jam, Wamenhaj Tegur Garuda

Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegur Garuda Indonesia setelah penerbangan kloter JKB 02 mengalami keterlambatan hampir lima jam di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Jemaah yang seharusnya berangkat pukul 15.55 waktu Arab Saudi baru bisa boarding pukul 22.00 dan lepas landas pukul 23.00, menyebabkan penantian panjang di tengah panasnya cuaca Mekah, terutama bagi jemaah lansia yang sudah lelah menjalani ibadah haji.

Dahnil mengaku langsung menghubungi pihak maskapai untuk meminta penjelasan. Garuda menyatakan, keterlambatan terjadi akibat kemacetan lalu lintas udara di terminal khusus jemaah haji—area yang memang mengalami puncak arus keberangkatan menjelang akhir fase pemulangan. Namun, menurut Dahnil, alasan teknis tidak bisa menjadi pembenaran atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah.

“Kami tegas menyampaikan bahwa selama menunggu, jemaah berhak mendapat kompensasi berupa makanan, minuman, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini bukan sekadar kenyamanan, tapi bagian dari tanggung jawab moral,” ujar Dahnil dalam keterangan resmi di Kantor Daker Makkah.

Tanggapan Garuda pun segera direspons. Maskapai nasional itu mengakui kegagalan koordinasi dan berkomitmen memberikan kompensasi kepada seluruh jemaah yang terdampak, termasuk dalam bentuk penggantian biaya akomodasi atau voucher layanan. Dahnil menekankan, pemerintah akan memantau pelaksanaan kompensasi ini secara ketat.

Lebih dari itu, Wamenhaj meminta Garuda memperbaiki sistem koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah sebelum terjadi perubahan jadwal. “Jika ada potensi delay, jangan biarkan jemaah menunggu tanpa informasi. Komunikasi harus proaktif, bukan reaktif,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah unggahan jemaah di media sosial menunjukkan kondisi memprihatinkan: banyak jemaah duduk di lantai terminal, tanpa makan malam, sementara jam menunjukkan waktu yang terus berlalu. Kementerian Haji dan Umrah kini berjanji akan mengaudit seluruh prosedur pemulangan jemaah, termasuk kesiapan maskapai, untuk memastikan tidak ada lagi kejadian serupa di fase-fase berikutnya.

Dengan lebih dari 200 ribu jemaah Indonesia yang masih dalam proses kepulangan, setiap detik dan setiap keputusan di bandara menjadi bagian dari amanah suci yang tak bisa diabaikan.

Previous articleLaptop AI Baru Luncur, MediaTek dan Nvidia Revolusi Performa Lokal
Next articleTrump Perintahkan Pemeriksaan AI Sebelum Rilis Publik
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik