Sumbawanews.com,- Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi saksi kekejaman yang tak terduga saat seorang pria menjadi korban serangan brutal dalam perampokan berdarah pada Selasa, 16 Juni 2026 siang. Korban, berinisial M, menderita tujuh luka tusuk di area leher dan punggung, ditambah luka akibat pukulan, hingga perhiasan emas yang dikenakannya raib dibawa kabur pelaku.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa luka-luka yang dialami korban sangat serius, dengan sebagian besar berlokasi di leher—bagian tubuh yang rentan dan mematikan. “Tujuh tusukan, terutama di leher dan punggung. Ada juga luka memar akibat pukulan benda tumpul,” ujar Roby dalam keterangannya pada Jumat, 19 Juni 2026.
Berdasarkan kesaksian awal saksi mata, diduga ada dua orang pelaku yang bertindak secara terkoordinasi. Mereka diduga menyerang korban secara tiba-tiba di lokasi yang relatif sepi, lalu melarikan diri dengan membawa barang berharga. Namun, penyidik masih membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak ketiga, termasuk kemungkinan adanya pengawal atau pengendali di balik aksi tersebut.
Perampokan ini memicu kekhawatiran di kalangan warga Menteng, kawasan yang selama ini dikenal sebagai lingkungan elit dan relatif aman. Banyak warga menyatakan rasa tidak percaya bahwa kekerasan sekejam ini bisa terjadi di tengah kawasan yang dipenuhi rumah-rumah bersejarah dan kedutaan asing.
Polisi kini tengah mengumpulkan jejak digital dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, termasuk meminta bantuan warga untuk menyampaikan informasi apapun yang bisa membantu mengidentifikasi pelaku. Tim forensik juga sedang memeriksa jejak darah, alat yang digunakan, serta kemungkinan adanya jejak sepatu atau benda lain yang ditinggalkan di lokasi.
Korban, yang saat ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit, belum bisa memberikan keterangan lengkap karena kondisi fisiknya yang belum stabil. Keluarga korban menolak memberikan detail lebih lanjut, meminta privasi selama proses pemulihan berlangsung.
Aksi ini menjadi peringatan keras akan meningkatnya kekerasan berbasis kejahatan bermodus perampokan, bahkan di kawasan yang dianggap paling aman. Masyarakat pun mulai menuntut peningkatan pengawasan, termasuk pemasangan kamera pengawas yang lebih strategis dan peningkatan patroli rutin di jalur-jalur sempit yang rawan.
Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan intensif. “Kami tidak akan mengabaikan satu petunjuk pun. Ini bukan sekadar kasus pencurian—ini adalah kejahatan terhadap nyawa manusia,” tegas Roby.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang ditahan. Namun, warga Menteng berharap keadilan segera ditegakkan—bukan hanya untuk korban, tapi juga untuk keamanan bersama.

















