Sumbawanews.com,- Polisi tengah memburu seorang pelaku penipuan bermodus wedding organizer (WO) yang memperdaya calon pengantin di Jakarta Timur. Korban kehilangan uang hingga Rp83 juta setelah membayar penuh untuk layanan pernikahan yang tak pernah direalisasikan.
Laporan resmi telah diterima Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dari dua korban, berinisial AL dan FE, yang menyerahkan uang sebesar itu untuk mengurus seluruh rangkaian acara pernikahan mereka — mulai dari dekorasi, catering, hingga fotografi. Namun, menjelang hari-H, pelaku menghilang tanpa jejak. Tidak ada satupun layanan yang dipenuhi.
Tak hanya dua pasangan itu, sejumlah calon pengantin lain juga melaporkan kejadian serupa. Menurut Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, total kerugian yang telah teridentifikasi mencapai lebih dari Rp250 juta. Tiga korban lainnya mengaku membayar antara Rp70 juta hingga Rp80 juta, sementara satu korban lagi mengirimkan Rp50 juta sebelum pelaku menghilang.
Kasus ini sempat viral di media sosial, dengan korban membagikan bukti transaksi dan pesan teks yang menunjukkan janji-janji manis pelaku. Namun, setelah uang diterima, komunikasi terputus. Ponsel tak diangkat, akun media sosial dihapus, dan kantor yang disebut sebagai tempat usaha ternyata hanya alamat semu.
Tim penyidik kini fokus melacak jejak digital pelaku, termasuk rekaman transaksi keuangan dan identitas yang digunakan dalam pendaftaran usaha. Belum ada penangkapan, namun petugas yakin pelaku masih berada di wilayah Jabodetabek.
“Kami mengimbau korban lain yang merasa dirugikan untuk segera melapor. Jangan diam, karena semakin banyak data, semakin cepat kami bisa menangkap pelaku,” ujar Andaru.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi calon pengantin yang terburu-buru memilih WO hanya karena harga murah atau janji berlebihan di media sosial. Pemeriksaan legalitas, kontrak tertulis, dan pembayaran bertahap dinilai krusial untuk menghindari jebakan penipuan yang kian canggih.















