Sumbawanews.com,- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memperingatkan bahwa seluruh tempat penampungan sampah di Indonesia berpotensi lumpuh pada 2028 jika tidak segera dikelola secara terpadu. Presiden Prabowo Subianto telah menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi mengandalkan metode lama, dan tumpukan sampah yang tak terkendali akan segera melampaui kapasitas seluruh TPA. Qodari menyebut kondisi kritis sudah terlihat di TPA Suwung, Bali, di mana lebih dari 72 persen dari 1.600 ton sampah harian dari Denpasar dan Badung masih dibuang langsung tanpa pengolahan.
Untuk mengatasi krisis ini, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia telah memulai pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya, dengan peletakan batu pertama pada 8 Juli 2026. Fasilitas senilai Rp 3 triliun ini dirancang mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari menggunakan teknologi *moving grate incinerator*, yang mampu mengurangi volume sampah hingga 80–90 persen sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik. PSEL diharapkan mulai beroperasi pada akhir 2027 dan menjadi model pertama yang akan direplikasi di 34 kawasan aglomerasi guna menangani sampah di 60 hingga 70 kabupaten/kota.
Qodari menegaskan, proyek ini bukan sekadar infrastruktur teknis, melainkan solusi jangka panjang untuk memulihkan hak masyarakat atas lingkungan bersih dan sehat. Selain mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil, PSEL juga diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau, menarik investasi teknologi ramah lingkungan, dan membangun ekosistem ekonomi sirkular. Pemerintah, kata Qodari, berkomitmen penuh memastikan pembangunan berjalan cepat dan tepat sasaran.















