Sumbawanews.com,- Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menanggapi isu diskriminasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Pemprov menegaskan tidak pernah melakukan intervensi terhadap hasil seleksi yang merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Kepala Kesbangpol Sulsel Bustanul replica watches UK menjelaskan, seleksi dilakukan secara objektif dengan melibatkan tim dari pusat. “Panitia seleksi pusat yang terdiri dari BPIP, DPPI Pusat, TNI, Polri, dan Setmilpres hadir langsung saat seleksi provinsi,” ujarnya.
Isu ini muncul setelah beredar kabar seorang siswi SMA asal Makassar tidak lolos seleksi karena alasan diskriminasi. Bustanul menegaskan tidak ada pengumuman yang dianulir atau diganti selama proses seleksi.
Pemprov meminta semua pihak menyertakan replica Rolex bukti konkret jika ada tudingan diskriminasi. “Seluruh peserta memiliki kesempatan sama dan dinilai berdasarkan hasil seleksi,” tegas Bustanul.
Proses seleksi Paskibraka nasional Rolex replica melibatkan peserta terbaik dari kabupaten/kota se-Sulsel yang telah melalui tahapan seleksi ketat di tingkat daerah.















