Home Berita Nasional Pelindo Luncurkan Restorasi Ekosistem Pesisir Muara Gembong

Pelindo Luncurkan Restorasi Ekosistem Pesisir Muara Gembong

Sumbawanews.com,- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) resmi meluncurkan program restorasi ekosistem pesisir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim. Inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan komunitas lokal untuk memulihkan hutan mangrove yang telah rusak akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan iklim.

Program yang diresmikan pada awal Juni 2026 itu menargetkan penanaman lebih dari 150 hektar mangrove dalam tiga tahun ke depan, dengan pendekatan berbasis masyarakat. Selain penanaman, Pelindo juga menggelar pelatihan bagi warga setempat dalam pengelolaan ekosistem pesisir, termasuk pengembangan ekowisata berkelanjutan dan budidaya kerang serta udang yang ramah lingkungan.

Kepala Divisi Keberlanjutan Pelindo, Rizki Aditya, menekankan bahwa restorasi bukan sekadar penanaman pohon, tetapi upaya sistemik untuk memulihkan fungsi ekologis dan ekonomi pesisir. “Mangrove bukan hanya penahan abrasi, tapi juga rumah bagi ribuan spesies laut, penyerap karbon alami, dan sumber mata pencaharian bagi ribuan keluarga. Kami ingin membangun kembali hubungan harmonis antara manusia dan alam,” ujarnya di lokasi acara.

Wilayah Muara Gembong, yang dikenal sebagai salah satu kawasan pesisir paling rentan di Jawa, telah kehilangan sekitar 60 persen tutupan mangrove dalam dua dekade terakhir. Data dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Bekasi menunjukkan bahwa abrasi pantai di kawasan ini meningkat hingga 3 meter per tahun, mengancam permukiman, lahan pertanian, dan akses jalan utama.

Untuk memastikan keberlanjutan, Pelindo bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dalam memantau pertumbuhan mangrove menggunakan teknologi citra satelit dan drone. Selain itu, program ini juga mengintegrasikan sistem pelaporan berbasis aplikasi yang memungkinkan warga melaporkan kerusakan atau pencurian bibit secara real-time.

Kepala Desa Muara Gembong, Ahmad Fauzi, menyambut hangat inisiatif ini. “Dulu, kami hanya bisa pasrah melihat laut terus menggerogoti tanah kami. Sekarang, kami punya peran aktif. Ini bukan sekadar proyek perusahaan, tapi harapan baru bagi anak-anak kami,” katanya.

Program ini menjadi salah satu dari lima proyek restorasi pesisir yang dijalankan Pelindo di sepanjang pantai utara Jawa, menyusul inisiatif serupa di Cirebon, Tegal, dan Semarang. Dengan anggaran lebih dari Rp120 miliar, upaya ini sejalan dengan target pemerintah pusat untuk memulihkan 600.000 hektar mangrove pada 2030.

Masyarakat lokal pun mulai merasakan dampak positifnya. Sejumlah kelompok perempuan di desa setempat kini membentuk koperasi pengolahan hasil laut berbasis ekowisata, sementara para nelayan melaporkan peningkatan tangkapan ikan sejak penanaman mangrove dimulai enam bulan lalu.

Dengan pendekatan yang menggabungkan ilmu pengetahuan, partisipasi masyarakat, dan komitmen korporasi, restorasi Muara Gembong berpotensi menjadi model nasional dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan — bukan hanya sebagai proyek lingkungan, tapi sebagai jembatan menuju keadilan ekologis dan ekonomi.

Previous articleXL SMART Luncurkan Ekosistem ESTA untuk Percepat Transformasi Digital Perusahaan
Next articleBIN Tanggapi Ancaman Reformasi Jilid II Jelang Aksi Massa
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.