Home Berita Nasional Mantan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi Meninggal di Pengasingan

Mantan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi Meninggal di Pengasingan

Sumbawanews.com,- Riyadh – Mantan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi meninggal dunia pada usia 80 tahun di kediamannya di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis, 28 Mei 2026. Kematian pria yang pernah memimpin pemerintahan internasional Yaman selama delapan tahun dalam masa perang saudara itu dikonfirmasi oleh media resmi pemerintah Yaman, menandai berakhirnya satu babak penting dalam sejarah konflik yang telah menghancurkan negara itu selama lebih dari satu dekade.

Hadi, yang diakui dunia sebagai kepala negara sah Yaman, melarikan diri ke Arab Saudi pada 2015 setelah kelompok Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa dan memaksa pemerintahnya mengungsi. Dari pengasingan, ia memimpin pemerintahan yang terfragmentasi, berjuang mempertahankan otoritas negara di tengah kehancuran sipil, kelaparan massal, dan intervensi regional. Pada April 2022, di bawah tekanan dari sekutu utamanya, ia menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Kepemimpinan Presiden yang baru dibentuk, sebuah langkah yang dianggap sebagai upaya memperkuat stabilitas menjelang gencatan senjata yang dimediasi PBB.

Rashad al-Alimi, ketua dewan yang kini memimpin pemerintahan Yaman, menyebut Hadi sebagai sosok yang teguh memperjuangkan “hak rakyat atas negara yang adil, kebebasan, dan martabat manusia”. Pemerintah Yaman pun mengumumkan tiga hari berkabung nasional, dengan bendera dikibarkan setengah tiang sebagai tanda penghormatan.

Perang di Yaman, yang dimulai sejak 2015, telah menewaskan ratusan ribu orang—baik akibat kekerasan langsung maupun dampak tidak langsung seperti kelaparan dan wabah penyakit. Pada 2025, sekitar 19,5 juta warga masih bergantung pada bantuan kemanusiaan menurut PBB, sementara negara itu tetap terbelah antara wilayah utara yang dikuasai Houthi dan selatan yang dikelola pemerintah yang diakui internasional.

Kematian Hadi bukan hanya kehilangan bagi para pendukungnya, tetapi juga simbol berakhirnya era kepemimpinan yang pernah menjadi tumpuan harapan dunia dalam menyelesaikan konflik paling mematikan di Timur Tengah. Ia meninggal tanpa kembali ke tanah airnya, menjadi salah satu tokoh sejarah modern yang berakhir dalam pengasingan—dikepung oleh konflik yang tak pernah sepenuhnya usai.

Previous articleLayanan Telekomunikasi di Sumatera Pulih Total
Next articlePutin Tak Akan Berhenti, Hanya Ada Dua Pilihan: Eskalasi atau Runtuh
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik