Home Berita Nasional LPDP Perluas Daftar Universitas Luar Negeri untuk Beasiswa Tahap II 2026

LPDP Perluas Daftar Universitas Luar Negeri untuk Beasiswa Tahap II 2026

Sumbawanews.com,- Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memperluas daftar universitas tujuan beasiswa untuk tahap kedua tahun 2026, menambah 14 perguruan tinggi unggulan global, sehingga totalnya menjadi 31 institusi. Sebelumnya, hanya 17 universitas yang ditetapkan sebagai tujuan utama untuk semua program studi.

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menjelaskan, penambahan ini dirancang khusus untuk memperkuat fokus nasional pada bidang ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Saat ini, 80 persen kuota beasiswa LPDP ditujukan bagi calon penerima yang menempuh studi di bidang STEM. Universitas-universitas baru yang ditambahkan, seperti University of Toronto, Yale, University of Chicago, dan ETH Zurich, dipilih berdasarkan peringkat internasional terkini, terutama dari QS World University Rankings.

Dari 14 universitas tambahan itu, sebelas berlokasi di Amerika Serikat dan Eropa, sementara tiga lainnya berada di Asia—termasuk Peking University, National University of Singapore (NUS), dan Nanyang Technological University (NTU). Semua institusi ini kini resmi menjadi pilihan sah bagi pendaftar beasiswa LPDP, baik untuk jenjang S2 maupun S3.

Selain perluasan daftar universitas, LPDP juga mengubah persyaratan bahasa Inggris bagi pendaftar melalui jalur afirmasi. Kini, calon penerima tidak lagi diwajibkan menyerahkan sertifikat TOEFL, IELTS, PTE, atau Duolingo. Sebagai gantinya, mereka bisa menyertakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal 500 yang dikeluarkan oleh salah satu dari 35 perguruan tinggi dalam negeri yang telah ditetapkan.

Namun, aturan ini tidak berlaku untuk beasiswa spesialisasi kedokteran, kerja sama khusus, kemitraan, maupun program yang dikelola langsung oleh kementerian atau lembaga. Bagi pendaftar yang telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) unconditional dari universitas tujuan, kewajiban menyertakan sertifikat bahasa Inggris pun dihapuskan.

Perubahan ini merupakan bagian dari upaya LPDP untuk lebih inklusif, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika akademik global. Dengan memperluas pilihan universitas dan mempermudah akses bagi calon penerima dari latar belakang kurang mampu, LPDP berupaya memperkuat kualitas SDM Indonesia di sektor strategis tanpa mengorbankan standar kualitas internasional.

Previous articleJerman dan Paraguay Bertemu Lagi, Kenangan 2002 Menghantui
Next articlePantai Gading Hadapi Norwegia, Haaland Jadi Kunci Pertandingan