Home Berita Nasional Lestarikan Budaya Betawi, Mardiono Janjikan Dukungan PPP

Lestarikan Budaya Betawi, Mardiono Janjikan Dukungan PPP

Sumbawanews.com,- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Mardiono, menegaskan komitmen partainya dalam melestarikan seni dan budaya Betawi sebagai jantung identitas Jakarta dan kekayaan budaya nasional. Pernyataan itu disampaikannya saat mengunjungi Sanggar Oplet, sebuah pusat kegiatan seni tradisional Betawi di Jakarta, yang dipimpin oleh seniman sekaligus budayawan Bang Madit.

Dalam silaturahmi yang penuh keakraban itu, Mardiono menekankan bahwa PPP bukan sekadar partai politik, tetapi juga mitra sejarah masyarakat Betawi. Ia mengingatkan bahwa sejak awal berdirinya, partai yang berlambang Kakbah ini telah dibangun bersama ulama, seniman, dan kaum marjinal Betawi yang menjadi tulang punggung perjuangan sosial dan spiritual di ibu kota.

“Seni bukan sekadar hiburan. Ia adalah bahasa komunikasi sosial yang mampu menyatukan, mengingatkan, dan menghidupkan nilai-nilai luhur yang sering terkikis oleh modernisasi,” ujar Mardiono, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai, keberlangsungan budaya Betawi—mulai dari tari Topeng, gambang kromong, hingga tradisi khas seperti ondel-ondel dan permainan tradisional—tidak bisa hanya dijadikan atraksi turis. Ia membutuhkan regenerasi yang sistematis, dukungan kebijakan, dan partisipasi aktif dari pemerintah maupun partai politik.

“Insya Allah, PPP akan terus mendukung para pelaku seni Betawi, baik dari sisi pendanaan, ruang publik, maupun penguatan kelembagaan. Kita tidak ingin generasi muda Betawi kehilangan akar mereka,” tambahnya.

Bang Madit, yang telah puluhan tahun mempertahankan Sanggar Oplet sebagai ruang kreatif bagi anak-anak muda Betawi, menyambut hangat pernyataan Mardiono. Menurutnya, hubungan antara PPP dan komunitas Betawi bukan sekadar politis, tapi bersifat emosional dan historis. “Banyak keluarga Betawi yang merasa PPP adalah partai yang paling memahami mereka—bukan karena simbol, tapi karena tindakan nyata selama ini,” ucapnya.

Kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa PPP ingin memperkuat basis sosial budayanya di Jakarta, sekaligus menanggapi inisiatif pemerintah DKI yang sebelumnya mengusulkan budaya Betawi menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Mardiono menyatakan, dukungan PPP tidak hanya bersifat simbolis, tapi akan diwujudkan melalui program pelatihan seni, beasiswa bagi pelajar seni tradisional, dan kolaborasi dengan dinas terkait untuk membangun ruang budaya berkelanjutan.

Dengan langkah ini, Mardiono berharap, seni Betawi tidak lagi menjadi warisan yang dipajang di museum, tapi hidup dalam kehidupan sehari-hari—dinyanyikan, ditari, dan diwariskan oleh generasi muda yang bangga akan jati dirinya.

Previous articleUNJ Terapkan Sistem Verifikasi Ketat untuk Penetapan UKT Mahasiswa Baru
Next articleTimnas Futsal U-17 Indonesia Hadapi Spanyol di Turnamen Eropa
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik