Home Berita Nasional KRL Duri-Tangerang Terhenti, Ledakan Misterius Picu Evakuasi

KRL Duri-Tangerang Terhenti, Ledakan Misterius Picu Evakuasi

Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebuah kereta Commuter Line jurusan Duri-Tangerang terhenti mendadak di perlintasan sebidang Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Selasa sore, setelah tiga kali ledakan misterius mengguncang gerbong. Penumpang yang panik sempat turun, sementara petugas langsung mengoordinasikan evakuasi kereta ke Stasiun Rawa Buaya untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, ketika kereta yang masih membawa puluhan penumpang tiba-tiba berhenti di jalur perlintasan RT 01/RW 11, Cengkareng. Saksi mata, Tasya (25), menggambarkan suara ledakan yang datang dari dalam gerbong: “Dengar ‘dug’—sekali, dua kali, tiga kali. Lampu mati, lalu hidup lagi, lalu mati. Setelah yang ketiga, kereta berhenti total.”

Penumpang lain, Butar (45), yang berada di gerbong ketiga, mengonfirmasi kejadian serupa. “Ledakannya dari arah belakang. Saya langsung pindah ke gerbong depan. Tapi banyak yang tetap bertahan, takut ada hal yang lebih buruk,” katanya.

Kereta yang mogok selama hampir dua jam itu akhirnya dievakuasi sekitar pukul 18.48 WIB dengan didorong oleh kereta lain dari belakang. Petugas penjaga palang pintu, Zainul, menjelaskan bahwa pemindahan ke stasiun dilakukan demi membuka kembali akses jalan bagi kendaraan umum yang terjebak selama insiden. “Kita tidak bisa biarkan perlintasan terblokir. Nanti perbaikan dilakukan di stasiun,” ujarnya.

Warga sekitar berbondong-bondong menyaksikan kereta yang terparkir di tengah jalan. Anak-anak dan orang dewasa berdiri di sekitar gerbong belakang, sementara pengendara mobil dan motor terpaksa memutar balik atau menunggu hingga palang pintu dibuka kembali. Arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot sempat lumpuh selama lebih dari dua jam.

Belum ada keterangan resmi dari KAI Commuter mengenai penyebab ledakan tersebut. Namun, insiden ini menambah daftar kekhawatiran terhadap kondisi infrastruktur dan sistem keamanan perkeretaapian di Jabodetabek, terutama setelah sejumlah kejadian serupa tercatat dalam beberapa bulan terakhir.

Evakuasi berjalan lancar tanpa korban jiwa, namun trauma yang dirasakan penumpang—terutama mereka yang mengalami matinya lampu dan keheningan mendadak di dalam gerbong—menjadi catatan penting. Petugas pun terus memantau kondisi kereta dan menyiapkan pemeriksaan mendalam terhadap sistem kelistrikan dan mekanis rangkaian yang mengalami gangguan.

Sementara itu, palang pintu kini telah dibuka kembali, dan layanan KRL perlahan pulih. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apa yang sebenarnya terjadi di dalam gerbong itu?

Previous article**Eks Hakim Cilacap Diberhentikan Usai Terima Suap**
Next articleKPK Perdalam Kasus Korupsi Hibah Pokmas di Jatim
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik