Sumbawanews.com,- Keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di Selat Sunda melakukan prosesi tabur bunga di Dermaga Pegedongan, Banten, pada Jumat, 18 September 2026. Acara itu digelar setelah operasi pencarian resmi dihentikan setelah sepuluh hari berlangsung tanpa menemukan jejak kapal Arupadhatu 1 atau korban. Mereka yang kehilangan anggota keluarga berdiri di bibir pantai, menundukkan kepala, dan memanjatkan doa sambil melepas bunga ke laut luas sebagai bentuk penghormatan terakhir. Operasi yang dipimpin Tim SAR Gabungan dihentikan karena dinilai tidak efektif, meski telah menemukan 13 objek material yang ternyata tidak terkait dengan kapal yang hilang. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, pencarian bisa dibuka kembali jika muncul petunjuk baru dari masyarakat. Prosesi itu turut dihadiri sejumlah pimpinan redaksi media, termasuk CEO KLY, CFO KLY, CCO KLY, Pemimpin Redaksi Liputan6.com, dan Pemimpin Redaksi Merdeka.com.















