Sumbawanews.com,- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memperingatkan warga untuk segera mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing menyusul kebakaran hebat yang melanda Pasar Jiung dan permukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurutnya, dari seluruh kejadian kebakaran di Ibu Kota, hampir 95 persen disebabkan oleh korsleting listrik—data yang berdasarkan pemantauan dan analisis pemerintah daerah.
“Di Jakarta, hampir semua kebakaran bermula dari listrik. Bukan karena gas, bukan karena sengaja dibakar, tapi karena korsleting,” ujar Rano di lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026). Ia menekankan bahwa kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele justru menjadi pemicu bencana besar.
Rano menggambarkan kondisi rumah-rumah padat penduduk di kawasan tersebut yang sering memadatkan daya listrik dalam satu stop kontak. “Bayangkan, satu colokan dipakai untuk charger HP, kipas angin, rice cooker, setrika, bahkan kompor listrik—semua nyala sekaligus. Panasnya menumpuk, isolasi kabel meleleh, dan akhirnya api menyala tanpa peringatan.”
Ia menambahkan, banyak warga yang tidak menyadari betapa rentannya sistem kelistrikan lama di rumah-rumah tua, terutama yang masih menggunakan kabel tipis dan soket tidak standar. “Ini bukan soal listriknya mati atau nyala. Ini soal kesadaran. Kita bisa mencegah kebakaran jika mau sedikit lebih waspada.”
Kebakaran yang menghanguskan puluhan lapak di Pasar Jiung dan belasan rumah di sekitarnya menjadi insiden terbaru dalam rangkaian kejadian serupa yang terus terulang di berbagai titik Jakarta—dari pos polisi di Daan Mogot hingga auditorium kampus Binus. Setiap kejadian, pola yang sama muncul: kabel yang terlalu banyak beban, penggunaan alat listrik ilegal, dan minimnya perawatan instalasi.
Rano menyerukan agar warga tidak menunggu bencana datang baru bertindak. “Jangan sampai kebakaran ini jadi yang terakhir. Karena jika terus berulang, kerugian bukan hanya material—tapi nyawa, masa depan anak-anak, dan ketenangan hidup kita semua.”
Pemerintah DKI, kata Rano, akan terus mendorong program edukasi kelistrikan aman, termasuk pemeriksaan gratis untuk rumah-rumah padat dan pasar tradisional. Namun, ia menegaskan, solusi terbaik tetap berasal dari kesadaran individu. “Listrik bukan musuh. Tapi kalau kita tidak menghormatinya, ia bisa jadi musuh paling berbahaya.”















