Sumbawanews.com,- Kobaran api melalap sejumlah rumah di permukiman padat Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Minggu sore. Kebakaran yang bermula sekitar pukul 16.30 WIB itu memaksa enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api yang menjalar cepat di antara rumah-rumah warga.
Saat petugas tiba, suasana sudah penuh kepanikan. Atap rumah runtuh, dinding berjelaga, dan bau hangus menyengat memenuhi udara. Warga berkerumun di tepi lokasi, sebagian berusaha kembali ke rumah mereka yang terdampak, sementara yang lain merekam kejadian dengan ponsel. Petugas lalu-lalang membawa selang dan peralatan pemadaman, sambil mengarahkan warga agar tidak mendekat. “Putar balik, putar balik!” teriak seorang pria, menghalau kendaraan yang hendak melintas.
Menurut keterangan petugas call center Damkar Kabupaten Bekasi, pemadaman masih berlangsung hingga malam hari. “Betul, masih dalam proses,” ujar petugas bernama Said. Lokasi kebakaran berada persis di dekat permukiman, memperberat upaya penanganan.
Aiptu Giri dari Binmaspol Gandamekar mengungkapkan, sumber api diduga berasal dari sebuah gudang penyimpanan limbah lawon—sisa kain tekstil dari industri garmen dan rumah tangga. “Belum bisa dipastikan penyebab pastinya, karena kejadian mendadak,” katanya. Petugas masih menyelidiki apakah ada faktor kelistrikan, kebocoran gas, atau sengaja dibakar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, sejumlah rumah dinyatakan hangus total, dan warga yang kehilangan tempat tinggal mulai berkumpul di posko sementara. Api yang sempat membesar akhirnya bisa dikuasai menjelang pukul 21.00 WIB, meski petugas tetap berjaga untuk mencegah kobaran api muncul kembali.
Kebakaran ini menjadi peringatan keras akan risiko akumulasi limbah industri di permukiman padat. Di tengah urbanisasi pesat di kawasan Jabodetabek, gudang-gudang penyimpanan limbah yang tidak terkelola dengan baik menjadi potensi bencana yang sering diabaikan.















