Home Berita Nasional Kalimantan Capai Swasembada Pangan Lewat Cetak Sawah 100 Persen

Kalimantan Capai Swasembada Pangan Lewat Cetak Sawah 100 Persen

Sumbawanews.com,- Kementerian Pertanian mengumumkan program cetak sawah di wilayah Kalimantan pada tahun 2026 telah terealisasi sepenuhnya, dengan luas lahan baru yang diolah mencapai 16.450 hektare. Capaian ini menandai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekspansi lahan pertanian di kawasan yang selama ini dianggap belum optimal sebagai lumbung padi.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Cetak Sawah se-Kalimantan yang digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Sabtu lalu. Program ini dijalankan melalui dua skema utama: swakelola seluas 14.726,25 hektare (89,52 persen) dan paket penyedia seluas 1.724,70 hektare (10,48 persen). Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan paket penyedia secara penuh, termasuk proses pengadaan melalui e-katalog, penawaran, hingga kontrak yang telah rampung.

Sementara itu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara lebih banyak mengandalkan skema swakelola, yang memungkinkan pemerintah daerah dan kelompok tani mengelola langsung proses pembukaan lahan. Secara teknis, seluruh tahap pra-konstruksi atau *pre-construction meeting* (PCM) telah mencapai 100 persen, sementara *mutual check awal* (MC-0) mencapai 16.095,34 hektare atau 97,84 persen—menunjukkan kesiapan lahan yang hampir sempurna untuk penanaman.

Pemerintah juga telah menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk 1.369,09 hektare di bawah skema penyedia, menandai dimulainya aktivitas fisik di lapangan. Hermanto menekankan bahwa keberhasilan program ini tak bisa dilepaskan dari sinergi antara pusat dan daerah, kelancaran distribusi alat berat dan bahan pendukung, serta pengawasan ketat dari lintas sektor.

“Keberhasilan cetak sawah 2026 bukan sekadar soal angka luas lahan, tapi soal ketahanan pangan jangka panjang. Kami meminta semua pihak terus menjaga momentum ini agar hasilnya benar-benar dirasakan petani dan masyarakat,” ujar Hermanto.

Dengan terwujudnya seluruh target lahan baru, Kalimantan kini menjadi salah satu pilar utama dalam strategi nasional menuju swasembada pangan. Program ini tidak hanya menambah cadangan beras, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan dari luar wilayah.

Previous articleGempa M5,7 Guncang Boltim, Tidak Berpotensi Tsunami
Next articleGempa 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, Warga Diminta Waspadai Susulan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.