Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, pada Minggu (7/6/2026) pukul 01.56 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 124 kilometer tenggara Tutuyan, dengan kedalaman yang belum diungkap secara rinci, namun dipastikan tidak memicu tsunami.
Getaran kuat terasa hingga ke wilayah pesisir dan sebagian daratan Sulawesi Utara, termasuk sebagian wilayah Minahasa Tenggara. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur, korban jiwa, atau kepanikan massal di lokasi terdampak. BMKG terus memantau aktivitas seismik pasca-gempa dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta waspada terhadap gempa susulan.
Wilayah Boltim sendiri berada di zona seismik aktif akibat interaksi lempeng Laut Maluku dan lempeng Eurasia, sehingga sering mengalami gempa tektonik. Sebelumnya, pada awal tahun ini, wilayah ini juga diguncang gempa M5,1 yang berpusat di Bolaang Mongondow Selatan, dan sempat memicu kekhawatiran akan potensi tsunami kecil—meski akhirnya tidak terjadi.
Kepala BMKG menyatakan bahwa gempa kali ini termasuk dalam kategori menengah, dengan dampak yang kemungkinan besar terbatas pada getaran kuat yang dirasakan oleh warga, terutama di daerah dekat episenter. Pihaknya menekankan bahwa tidak ada indikasi perubahan pola tektonik signifikan yang mengarah pada peristiwa besar.
Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi Mobile Apps BMKG atau saluran komunikasi resmi, serta menghindari penyebaran informasi tidak terverifikasi di media sosial. Hingga berita ini diturunkan, tim tanggap darurat daerah belum melaporkan adanya gangguan layanan dasar seperti listrik, air, atau komunikasi.
Gempa ini menjadi yang terkuat di Sulawesi Utara sejak gempa M7,6 di Bitung beberapa bulan lalu yang sempat memicu gelombang kecil di pesisir. Kini, fokus utama tetap pada pemantauan dan kesiapsiagaan, bukan kepanikan.

















