Sumbawanews.com,- Jakarta – Pekerjaan perbaikan jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, memasuki tahap krusial. Pelat baja yang selama ini menutupi lubang besar telah diangkat, dan proses pengecoran beton permanen mulai dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai arteri utama menuju Depok.
Dua unit ekskavator beroperasi sejak pagi, mengangkat satu per satu pelat baja yang sebelumnya menjadi solusi darurat setelah tanah di bawah jalan runtuh. Meski pengerjaan berlangsung di tengah lalu lintas padat, petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan terus mengatur arus kendaraan agar tetap mengalir, meski hanya satu dari tiga lajur yang bisa digunakan.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Paulus Junjung, menjelaskan bahwa pengangkatan pelat baja bukan akhir dari masalah, tapi awal dari solusi permanen. “Semua plat itu hanya penutup sementara. Sekarang kami mulai pengurukan, pemadatan tanah, pemasangan tulangan, baru pengecoran,” ujarnya di lokasi, Senin (1/6/2026).
Pengecoran menggunakan beton jenis *fast track* yang dirancang khusus untuk mempercepat proses pengeringan. Menurut Paulus, beton ini bisa mengeras dalam delapan jam, sehingga diharapkan jalan sudah bisa dilewati normal pada pagi hari Selasa, tepat saat jam kerja dimulai.
“Kami tidak mengejar aspal dulu. Cor beton sudah cukup kuat dan tahan lama untuk sementara waktu. Ini prioritas utama agar mobilitas warga tidak terganggu terlalu lama,” tambahnya.
Sebelumnya, penutupan sementara jalan sempat diumumkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mulai pukul 14.00 WIB Senin hingga 05.00 WIB Selasa, untuk memastikan keselamatan pekerja dan pengguna jalan. Spanduk informasi dipasang di titik-titik strategis, termasuk di Kolong Tama Tanjung Barat dan JPO Tapal Kuda IISIP.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari respons darurat terhadap kerusakan struktural yang disebabkan oleh kerusakan gorong-gorong bawah tanah. Dinas SDA telah memasang 15 unit *box culvert* baru untuk memperkuat sistem drainase dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Warga yang melintas mengaku lega melihat progres nyata. “Dulu tiap pagi macet parah, harus putar balik. Sekarang sudah ada tanda jalan akan normal. Semoga cepat selesai,” kata Andi, pengendara motor yang rutin lewat rute itu.
Pemulihan jalan ini menjadi ujian nyata koordinasi antar-dinas di DKI Jakarta. Dengan target operasional normal dalam waktu singkat, upaya ini menunjukkan respons cepat yang diharapkan bisa menjadi contoh penanganan infrastruktur darurat di kota-kota besar lainnya.















