Home Berita Nasional **Istri Bawa Tempe Goreng Jenguk Yaqut di Rutan KPK**

**Istri Bawa Tempe Goreng Jenguk Yaqut di Rutan KPK**

Sumbawanews.com,- Jakarta – Di tengah heningnya Rutan KPK, pagi itu terasa hangat oleh kehadiran seorang istri yang membawa sebungkus tempe goreng. Eny Retno, istri mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, datang menjenguk suaminya pada hari Idul Adha 1447 H, membawa makanan sederhana yang justru penuh makna: tempe goreng, makanan kesukaan Yaqut yang tak bisa ia nikmati dalam bentuk santan.

Bukan ketupat, bukan opor, bukan daging kurban—semua itu dihindari. Sebab, Yaqut yang tengah menjalani proses hukum kasus kuota haji, menderita GERD. “Beliau nggak bisa makan yang pakai santan,” ujar Eny di depan pintu sel tahanan, suaranya tenang tapi penuh keikhlasan. “Jadi kami bawa yang ringan-ringan saja. Roti, kue kering, sayur biasa. Yang penting halal dan aman untuk lambungnya.”

Pertemuan selama tiga jam itu tak menyentuh sedikit pun soal kasus. Tak ada pertanyaan tentang bukti, tak ada diskusi soal hukum. “Kami sepakat, saat bersama anak-anak atau istri, beliau tidak bicara soal itu,” jelas Eny. “Kami ingin memberinya ruang untuk jadi ayah, bukan tersangka. Biar hatinya tidak tercabik.”

Keluarga memang sempat berharap Yaqut bisa kembali menjadi tahanan rumah seperti saat Idul Fitri lalu. Namun, pada momen Idul Adha ini, mereka memilih untuk tidak mengajukan permohonan. “Harapannya ya pulang. Tapi kami tahu, ini proses. Yang penting, doa dan makanan ini sampai ke beliau.”

Di balik dinding beton yang dingin, tempe goreng yang digoreng dengan minyak biasa—bukan santan—menjadi simbol keteguhan. Bukan simbol kemewahan, bukan pula kekuasaan. Tapi kehadiran seseorang yang tak pernah lelah mengingatkan: di balik semua tuduhan, ada manusia yang masih butuh cinta, makanan sederhana, dan doa dari rumah.

Yaqut, yang sempat dipindahkan ke tahanan rumah selama tujuh hari pada Maret lalu, kini kembali berada di dalam sel KPK sejak 24 Maret. Statusnya belum berubah. Tapi di hari yang seharusnya penuh kegembiraan, di mana daging kurban mengalir di mana-mana, ia menerima sesuatu yang jauh lebih bernilai: kehadiran istri yang tak pernah berhenti mengingatkan, bahwa ia masih punya rumah. Dan rumah itu, tak pernah lupa membawakan tempe goreng.

Previous articleBunia Terisolasi, Ebola Picu Krisis Kesehatan dan Ekonomi
Next articleOppo Luncurkan Enco Clip2 dan Watch X3 di Indonesia
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik