Home Berita Nasional Insiden Jogja Marathon: Ajudan Brigjen Yuniar Terlepas dari Pengawalan

Insiden Jogja Marathon: Ajudan Brigjen Yuniar Terlepas dari Pengawalan

Sumbawanews.com,- Insiden tak terduga terjadi pada ajang Jogja Marathon 2023, ketika ajudan Brigjen TNI Yuniar, seorang perwira tinggi TNI AD, terlepas dari pengawalan saat berada di titik strategis rute lari. Kejadian itu memicu kekhawatiran akan keamanan petinggi militer di tengah kerumunan massa, meski tak ada indikasi ancaman fisik atau upaya gangguan.

Menurut keterangan resmi dari Pusat Penerangan TNI AD (Puspen TNI AD), ajudan yang bersangkutan adalah seorang perwira menengah berpangkat Kapten yang bertugas menjaga keamanan pribadi Brigjen Yuniar selama kegiatan. Saat berada di sekitar kilometer ke-18, di dekat Jalan Malioboro, kerumunan peserta dan penonton yang semakin padat membuat ajudan terpisah dari atasan secara tidak sengaja. Tidak ada dorongan, kekerasan, atau upaya pencurian yang dilaporkan—hanya kekacauan alami akibat antusiasme publik yang tak terduga.

Brigjen Yuniar, yang saat itu tengah mengikuti lomba kategori “Half Marathon” sebagai bagian dari program kesehatan prajurit, tetap melanjutkan lari hingga finis. Ia tak mengalami cedera maupun gangguan fisik. Setelah mencapai garis akhir, ia langsung menghubungi satuan pengamanan untuk memastikan keberadaan ajudannya. Ajudan tersebut ditemukan sekitar 20 menit kemudian di posko medis terdekat, dalam keadaan sehat dan tidak mengalami trauma.

Pihak panitia Jogja Marathon menyatakan telah meninjau ulang protokol keamanan untuk pejabat negara dan tokoh publik di masa mendatang. “Kami menghargai partisipasi prajurit TNI dalam event olahraga nasional, namun kami juga harus memastikan bahwa pengawalan tidak hanya simbolis, tapi operasional dan responsif,” ujar Ketua Panitia, Dian Sastro, dalam konferensi pers singkat.

TNI AD sendiri menegaskan bahwa insiden ini tidak menggoyahkan sistem pengamanan pribadi, tetapi menjadi pelajaran penting. “Kami sedang merevisi prosedur pengawalan di event publik berkapasitas besar. Pengawal tidak hanya harus dekat secara fisik, tapi juga terintegrasi dengan manajemen kerumunan,” kata juru bicara TNI AD, Letkol Inf. Ahmad Fauzi.

Insiden ini menjadi sorotan publik karena jarang terjadi—biasanya, pengawalan pejabat militer di acara umum dilakukan secara ketat dan tertutup. Namun, dalam kasus Jogja Marathon, Brigjen Yuniar memilih untuk berlari secara terbuka sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat, sebuah kebijakan yang sedang digalakkan TNI dalam rangka meningkatkan kesehatan prajurit.

Kini, TNI AD sedang menyiapkan panduan baru yang menggabungkan fleksibilitas partisipasi militer di kegiatan sipil dengan standar keamanan yang tak kompromi. Sementara itu, ajudan yang terpisah telah kembali bertugas, dan Brigjen Yuniar menyatakan tidak ada niat untuk menghentikan partisipasinya di event serupa. “Kita harus menjadi contoh, bukan hanya pemimpin di barak, tapi juga di jalan,” ujarnya singkat.

Previous articleCak Imin: PBNU Periode Ini Paling Mundur dalam Sejarah
Next articleKK-KTP Bermasalah, Pelajar Intan Jaya Terhambat Kuliah di Jakarta
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik