Home Berita Nasional Idul Adha, Momentum Bangun Jakarta yang Humanis

Idul Adha, Momentum Bangun Jakarta yang Humanis

Sumbawanews.com,- Jakarta –

Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bukan sekadar momen ritual penyembelihan hewan kurban, tapi panggilan luhur untuk menghidupkan kembali nilai pengorbanan dan solidaritas di tengah kehidupan kota yang semakin kompleks. Di tengah dinamika Jakarta yang serba cepat dan sering kali individualistis, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menegaskan, ibadah kurban adalah cermin nyata dari keikhlasan yang harus menjiwai setiap amanah kepemimpinan.

“Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari keberanian memberi—bukan hanya daging, tapi waktu, perhatian, dan empati,” ujar Kenneth, yang akrab dipanggil Bang Kent, dalam keterangan resminya, Rabu (27/5/2026).

Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan dan anggota Komisi C yang membidangi kesejahteraan sosial, Kenneth melihat kurban sebagai simbol politik kemanusiaan. Pembagian daging yang merata, menurutnya, bukan sekadar bentuk amal, tapi pernyataan bahwa kemajuan kota tidak boleh diukur hanya dari gedung pencakar langit atau jalan tol yang mulus. “Kota yang sehat adalah yang tidak membiarkan ada yang kelaparan di samping meja makan yang penuh,” tegasnya.

Ia menekankan, Jakarta—sebagai pusat peradaban nasional dengan keberagaman etnis, agama, dan lapisan sosial yang sangat kaya—membutuhkan fondasi moral yang lebih kuat dari sekadar infrastruktur. “Kita bisa punya transportasi canggih, tapi jika hati kita dingin, kita tetap miskin,” ujar Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII itu.

Kenneth menilai, semangat kurban justru menjadi obat ampuh atas fenomena kesenjangan sosial yang kian terasa. Di tengah tekanan ekonomi, tingginya biaya hidup, dan semakin tipisnya rasa kekeluargaan antarwarga, ia menyerukan agar nilai gotong royong dan toleransi tidak menjadi sekadar slogan. “Ketika seorang ibu rumah tangga di Kebon Jeruk membagikan daging kurban ke tetangga non-Muslim, atau seorang pemuda dari Betawi menyumbangkan daging ke pesantren di Ciputat—itu adalah revolusi kecil yang lebih berdampak daripada ribuan kebijakan pemerintah,” katanya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan harapan yang menggema: “Semoga Idul Adha tahun ini bukan hanya jadi momen ibadah, tapi titik balik bagi kita semua—untuk berhenti menghitung apa yang kita dapat, dan mulai memikirkan apa yang bisa kita berikan. Jakarta bukan hanya kota yang kita tinggali, tapi rumah bersama yang harus kita jaga dengan hati.”

Dengan nada yang tenang namun penuh tekad, Kenneth mengajak seluruh warga DKI Jakarta—tanpa memandang latar belakang—untuk menjadikan hari raya ini sebagai awal dari gerakan kecil yang besar: saling peduli, saling mengingatkan, dan saling membagikan. Karena, seperti yang dia sampaikan, “Pengorbanan sejati bukan yang terlihat, tapi yang dirasakan oleh mereka yang tak sempat berterima kasih.”

Previous article**Siswa SMA di Michigan Naik Traktor ke Sekolah**
Next articleAncol Penuh Sesak di Hari Raya Kurban
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.