Sumbawanews.com,- Tim SAR gabungan mengerahkan 22 alutsista laut dan dua unit drone thermal untuk memperluas pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, sejak 7 September 2026. Delapan korban terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Pencarian kini fokus pada delapan sektor laut dengan luas total lebih dari 3.000 mil laut persegi, didukung pemantauan pesisir di Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu.
Pencarian di sektor A dilakukan oleh KRI Dewa Kembar dan KP Sanjaya, sementara sektor B diawaki KN SAR Basudewa. KRI Leuser bertugas di sektor C, dan KN SAR Antasena bersama KRI Lepu menyisir sektor D. RIB 02 Lampung dan KAL Pahowang menggarap sektor E, sementara sektor F diawaki kapal-kapal KP Polairud. Sektor G dijelajahi KAL Anyer, RBB Pulau Peucang, dan RIB 02 Banten. Sementara itu, sektor H—yang terluas dengan luas 667 mil laut persegi—dikerahkan KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Teluk Gilimanuk, dan KN Damaru.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa seluruh unsur tetap bergerak maksimal dan siap menindaklanjuti setiap informasi yang muncul. Hingga kini, belum ditemukan tanda kuat keberadaan para korban.















