Sumbawanews.com,- Selasa sore, 26 Mei 2026, perjalanan Commuter Line relasi Duri-Tangerang terhenti akibat gangguan teknis pada rangkaian kereta No. 1978A. Kondisi ini memicu keterlambatan hingga pembatalan sejumlah perjalanan, mengganggu mobilitas ribuan komuter yang tengah dalam perjalanan pulang menjelang petang.
KAI Commuter mengonfirmasi, salah satu rangkaian kereta mengalami kegagalan sistem dan berhenti mendadak di jalur utama. Petugas langsung mengambil tindakan evakuasi dengan menggandeng kereta lain menuju Stasiun Rawa Buaya untuk pemeriksaan mendalam. Sementara itu, seluruh penumpang yang terdampak dialihkan ke layanan alternatif, yaitu Commuter Line No. 1980A di Stasiun Bojongindah, guna meminimalisir penumpukan dan menjamin kelancaran pergerakan.
Dampaknya, tiga perjalanan Commuter Line Tangerang dan empat perjalanan Commuter Line Basoetta mengalami keterlambatan hingga puluhan menit. Dua rangkaian bahkan terpaksa dibatalkan, memaksa penumpang mencari alternatif transportasi di tengah jam sibuk. Untuk menjaga keselamatan, KAI Commuter juga menerapkan penyekatan di lantai 2 Stasiun Duri, menghindari kerumunan berlebihan di peron yang rawan kecelakaan.
Operasional perlahan pulih pukul 19.39 WIB, setelah rangkaian bermasalah berhasil dipindahkan dan sistem kembali stabil. Namun, antrean panjang masih terlihat di sejumlah stasiun, terutama di titik-titik padat seperti Rawa Buaya dan Tangerang.
KAI Commuter menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Khusus bagi penumpang Commuter Line Basoetta yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan lebih dari 30 menit, biaya tiket dikembalikan 100 persen melalui petugas layanan di lokasi. Tim operasional terus bekerja mempercepat normalisasi arus penumpang dan mengurai antrean yang menumpuk akibat penundaan sebelumnya.
Gangguan ini menjadi pengingat kembali akan kerentanan infrastruktur transportasi publik di Jabodetabek, terutama di masa-masa padat seperti menjelang Idul Adha, ketika kebutuhan mobilitas masyarakat melonjak tajam. KAI Commuter menjamin bahwa investigasi teknis terhadap penyebab gangguan sedang berlangsung, dan langkah-langkah pencegahan akan segera diperkuat.















