Sumbawanews.com,- Jakarta – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal, mencatat pertumbuhan kinerja kargo sebesar 16,01 persen secara tahunan (yoy) hingga April 2026, didorong oleh lonjakan ekspor kendaraan bermotor, terutama dari sektor otomotif nasional. Peningkatan ini setara dengan tambahan 56.260 unit kendaraan yang ditangani di terminal Jakarta dan lima terminal satelitnya.
Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi mengatakan, pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan industri global terhadap kapasitas dan efisiensi infrastruktur logistik yang dikembangkan IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional. “Kami terus bertransformasi secara operasional, digitalisasi, dan penguatan rantai pasok untuk mendukung dinamika ekspor otomotif yang semakin kompleks,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Data menunjukkan, volume kendaraan *Completely Built-Up* (CBU) mencapai 295.262 unit hingga April 2026, tumbuh 6,4 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen truk dan bus mengalami lonjakan signifikan sebesar 59,1 persen, dengan volume bongkar muat mencapai 101.354 unit—naik 37.648 unit dari tahun lalu. Alat berat juga menunjukkan pertumbuhan 8,42 persen, dari 10.232 unit menjadi 11.094 unit.
Pada segmen kendaraan ramah lingkungan, IPCC mencatat peningkatan pesat kendaraan listrik (EV). Volume EV yang ditangani naik dari 2.329 unit pada Januari menjadi 3.916 unit pada April 2026, menandai pergeseran tren ekspor yang semakin berorientasi pada energi bersih. Selain itu, kendaraan hibrida juga mulai banyak diekspor, menggambarkan transisi industri otomotif Indonesia menuju keberlanjutan.
Secara keseluruhan, jumlah *shipcall* di seluruh terminal IPCC mencapai 1.248 kali, tumbuh 21,17 persen dibandingkan 1.030 *shipcall* pada periode yang sama tahun 2025. Kontribusi terminal satelit juga signifikan, dengan total volume konsolidasi mencapai 150.087 unit—naik 21,47 persen dari 123.554 unit pada 2025. Meski volume di Branch Jakarta mengalami penurunan ringan dari 154.009 unit menjadi 147.885 unit, hal ini dianggap sebagai bagian dari strategi optimalisasi distribusi beban operasional secara merata di seluruh jaringan.
Sugeng menekankan bahwa integrasi layanan melalui pendekatan *Cargo Distribution Management* (CDM), termasuk dukungan *inland transportation*, menjadi kunci efisiensi logistik dari pabrik hingga pelabuhan. “Sinergi antar terminal dan penguatan sistem digital menjadi fondasi utama untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.
Dengan dorongan kuat dari ekspor otomotif—yang kini tak hanya mengandalkan kendaraan konvensional tapi juga EV dan hybrid—IPCC memposisikan diri sebagai tulang punggung logistik otomotif nasional yang siap menghadapi masa depan energi bersih dan rantai pasok yang terintegrasi.















