Sumbawanews.com,- Dua peserta Latihan Sarjana Militer (Latsarmil) program Kopdes Merah Putih meninggal dunia selama sesi latihan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kedua korban, berinisial MZ dan AR, keduanya berusia 22 tahun, tewas akibat kelelahan ekstrem dan dehidrasi berat setelah menjalani rangkaian latihan fisik intensif di bawah terik matahari.
Kedua prajurit muda itu tergabung dalam angkatan ke-12 Latsarmil yang berlangsung sejak awal Agustus 2023. Menurut keterangan resmi dari Pusat Pendidikan Militer TNI AD, mereka menjalani sesi latihan ketahanan fisik di wilayah pegunungan dengan suhu mencapai 37 derajat Celsius. Saat itu, mereka diminta menyelesaikan rute sejauh 15 kilometer dalam waktu kurang dari dua jam, dengan beban perlengkapan seberat 15 kilogram.
Saksi mata mengatakan, MZ sempat pingsan sekitar pukul 11.30 WIB di pos ke-7, namun tetap dibawa lanjut oleh tim pendukung. AR mengalami gejala serupa 45 menit kemudian di titik yang sama. Keduanya langsung dievakuasi ke Puskesmas terdekat, namun nyawa mereka tak tertolong. Hasil otopsi menyatakan penyebab kematian sebagai heat stroke dan syok hipovolemik akibat kehilangan cairan tubuh berlebihan.
Kasus ini memicu kecaman dari kalangan akademisi dan organisasi masyarakat sipil yang menilai protokol keselamatan dalam latihan militer belum memadai. “Ini bukan sekadar kecelakaan. Ini kegagalan sistem,” kata Dr. Rina Wijayanti, pakar kesehatan militer dari Universitas Gadjah Mada. “Latihan harus mengutamakan keselamatan, bukan hanya target capaian.”
TNI AD menyatakan telah membentuk tim investigasi independen untuk meninjau ulang seluruh prosedur Latsarmil, termasuk durasi, intensitas, dan pengawasan medis selama latihan. Komandan Latsarmil, Kolonel Inf. Suharsono, mengaku “sangat berduka” dan menjamin akan menerapkan rekomendasi dari tim medis untuk menghindari kejadian serupa.
Kedua korban dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Banyuwangi, dengan hadirnya keluarga, rekan seangkatan, dan perwakilan TNI AD. Nama mereka kini terpampang di dinding penghargaan Latsarmil sebagai prajurit yang gugur dalam tugas.















