Home Berita Nasional Bling-Bling di Tanah Suci, Jemaah Gowa Pulang dengan Pesona Istimewa

Bling-Bling di Tanah Suci, Jemaah Gowa Pulang dengan Pesona Istimewa

Sumbawanews.com,- Kedatangan jemaah haji kloter 5 asal Kabupaten Gowa di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Jumat (5/6) menyedot perhatian tak hanya keluarga yang menanti, tetapi juga pemerintah daerah. Dengan busana berkilauan yang dikenakan sejak berangkat ke Tanah Suci, para jemaah tiba dengan aura yang tak biasa—megah, namun tetap penuh kekhusyukan.

Bupati Gowa, Husnia Talenrang, yang langsung menyambut kedatangan mereka, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Kemarin saat dilepas, semuanya seragam. Hari ini, saya tak bisa membedakan satu per satu—tapi auranya sejuk, lebih islami,” ujarnya, sambil menatap barisan jemaah yang memancarkan kebanggaan dan kebahagiaan.

Sebanyak 392 jemaah tiba tepat pukul 07.35 WITA, enam menit terlambat dari jadwal. Mereka adalah bagian dari total 393 jemaah asal Gowa yang berangkat dari Embarkasi Makassar. Satu jemaah, Nursidah Sinrang Sijarrah (58), meninggal dunia di Madinah pada 26 April lalu, menjadi duka yang tak terlupakan dalam perjalanan suci ini.

Busana berhias manik-manik, payet, dan bordir halus yang dikenakan para jemaah bukanlah barang asing. Dibuat dan dijahit di Gowa sebelum keberangkatan, pakaian ini sengaja disiapkan sebagai simbol kebanggaan sekaligus bentuk persembahan spiritual. “Ini bukan sekadar pakaian, ini doa yang kita pakai,” kata Kartini Kamaruddin Ramadan, salah satu jemaah yang membawa oleh-oleh dari Makkah: kurma, air Zamzam, cokelat, dan lima boneka unta yang menjadi kenang-kenangan untuk cucu-cucunya.

Pemandangan ini memang tak lazim di tengah kesederhanaan yang biasa diharapkan dalam ibadah haji. Namun, bagi masyarakat Gowa, tampilan itu justru menjadi cerminan kekayaan budaya dan rasa syukur yang tak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata. Di tengah hiruk-pikuk penerimaan, tak ada yang mempertanyakan kemewahan—yang terasa justru keikhlasan, kebanggaan, dan keindahan yang lahir dari iman.

Kehadiran mereka bukan sekadar pulang dari Tanah Suci. Mereka pulang sebagai simbol bahwa keindahan bisa lahir dari kesederhanaan, dan keagungan bisa tampil dalam bentuk yang tak terduga—selama hati tetap bersih, dan niat tetap lurus.

Previous articleRagnarok Online Classic Luncurkan Server Baru dengan Leveling Kilat
Next articleLPSK Siap Lindungi Saksi dan JC di Kasus BGN dan Imipas
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.