Sumbawanews.com,- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung pada Sabtu (27/5/2026) memicu banjir besar yang merendam tiga desa di Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Sebanyak 152 kepala keluarga atau 360 jiwa terdampak, dengan 75 orang terpaksa mengungsi ke shelter desa akibat ketinggian air yang mencapai 120 sentimeter di beberapa titik.
Wilayah paling parah terdampak adalah Desa Bojongsoang, serta Desa Dayeuhkolot dan Citeureup, di mana genangan air tidak hanya menghanyutkan perabot rumah tangga, tetapi juga memutus akses jalan dan mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Di Desa Dayeuhkolot, RW 05 dan RW 14 menjadi zona paling rawan, sehingga pemerintah setempat langsung membuka pos pengungsian di balai desa untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal sementara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari perangkat desa, BPBD, dan relawan telah dikerahkan untuk mendata kebutuhan mendesak—mulai dari makanan, air bersih, hingga obat-obatan. “Pemantauan terus dilakukan karena curah hujan masih tinggi dan potensi banjir susulan masih mengancam,” ujarnya dalam keterangan resmi pada hari yang sama.
Selain di Bandung, BNPB juga melaporkan kejadian banjir bandang di Gorontalo pada hari sebelumnya, yang dipicu meluapnya Sungai Didingga akibat hujan berkepanjangan. Ketinggian air di sana mencapai 200 sentimeter, menambah daftar bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Warga di tiga desa tersebut kini berharap pemerintah segera menindaklanjuti masalah tata ruang dan drainase yang dinilai rusak akibat pembangunan liar dan sedimentasi yang tidak ditangani. “Kami tidak ingin lagi jadi korban banjir tahunan. Ini sudah keempat kalinya dalam lima tahun,” kata Siti, warga Dayeuhkolot yang mengungsi bersama tiga anaknya.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada, terutama mengingat prediksi cuaca ekstrem yang masih berlanjut hingga akhir Mei. Pemantauan satelit dan posko darurat terus diperkuat, sementara evakuasi dan distribusi bantuan masih berlangsung secara intensif.















