Sumbawanews.com,- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta aktor dan pengusaha Raffi Ahmad membantunya menemukan sosok di balik lagu viral “MBG (Mas Bahlil Ganteng)”. Permintaan itu disampaikan Bahlil secara santai saat berpamitan dengan Raffi dalam perjalanan ibadah haji, dalam video yang diunggah akun Instagram @raffinagita1717.
“Eh tapi Fi, jangan lupa ya, tolong cari yang menciptakan lagu MBG itu. Kita hargai betul. Saya kaget juga. Jadi tolong bantuin saya,” ujar Bahlil dalam rekaman itu, Sabtu (30/5).
Bahlil mengaku terkejut sekaligus terkesan dengan kreativitas warganet yang menghasilkan lagu tersebut. Ia mengatakan, meski sedang menjalani ibadah, lagu itu kerap ia dengar setiap pagi—bahkan sampai membuat anaknya tertawa. “Saya lagi ibadah, tapi setiap pagi dengar lagu ini. Anak saya aja ketawain saya,” katanya.
Ia menegaskan, apresiasi bukan sekadar basa-basi. Jika pencipta lagu bersedia, Bahlil berjanji akan mengundangnya secara langsung untuk berbincang dan makan bersama. “Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya,” tambahnya.
Raffi Ahmad, yang mendengar permintaan itu, langsung menanggapi dengan serius. Dalam unggahan yang sama, ia memastikan amanah itu masih ia pegang. “Untuk pencipta lagu ‘MBG’ jangan lupa, kakanda, adinda, tenang, masih dicari! Kata Kakanda Bahlil, insya Allah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi,” tulis Raffi.
Raffi juga memuji kedalaman karakter Bahlil selama perjalanan haji. “Saya di sini banyak dapat nasihat dan cerita hidupnya dari Kanda Bahlil ini luar biasa. Saya aja anak Bandung yang dari bawah ini ternyata enggak ada apa-apanya sama beliau. Cerita hidupnya benar-benar jadi motivasi buat anak muda,” ucapnya.
Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” sendiri menjadi fenomena di media sosial, terutama di TikTok dan YouTube, dengan versi paling populer dibawakan oleh influencer Sania Leonardo melalui akun @panggilakubambang. Penelusuran menunjukkan, lagu ini dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), dengan lirik yang diambil dari kumpulan komentar netizen yang memuji Bahlil.
Akun TikTok @VOKALIS_NETIZEN disebut sebagai yang pertama kali mengunggah versi lagu ini, mengolah komentar-komentar spontan warganet menjadi bait-bait musik yang catchy dan menghibur.
Bahlil menilai, kreativitas semacam ini adalah bagian alami dari dinamika media sosial di era demokrasi. Ia menekankan, apresiasi harus diberikan selama karya itu tidak melanggar batas etika, terutama terkait SARA. “Saya menghargai kreativitas anak muda sekarang. Tapi satu saran: gunakan sosial media secara terukur. Jangan sampai masuk ke ranah SARA,” katanya.
Bagi Bahlil, menjadi pejabat publik berarti siap menerima segala bentuk ekspresi—bahkan yang tak terduga. “Kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar. Ya, risiko jadi pejabat publik memang harus menerima semuanya,” pungkasnya.















