Home Berita Nasional Api Melahap Permukiman Kemayoran, 7 Jam Berjuang Padamkan Kebakaran

Api Melahap Permukiman Kemayoran, 7 Jam Berjuang Padamkan Kebakaran

Sumbawanews.com,- Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, pada Senin malam, memaksa 33 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 100 petugas bekerja tanpa henti selama tujuh jam untuk mengendalikan api yang menjalar cepat di antara rumah-rumah berdempetan. Operasi pemadaman baru berakhir pukul 04.15 WIB, setelah berkobar sejak pukul 21.05 WIB, menyisakan puing-puing rumah yang hangus dan warga yang kehilangan segalanya.

Belum ada informasi resmi mengenai penyebab kebakaran maupun jumlah korban jiwa, meskipun petugas terus melakukan pendataan di lokasi. Sebanyak dua rukun warga—RW 04 dan RW 05—terdampak langsung, mencakup delapan rukun tetangga dengan ratusan keluarga yang terpaksa mengungsi. Pemerintah DKI Jakarta, bersama Kementerian Dalam Negeri, langsung membuka pos pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, dengan tiga tenda bantuan dari Dinas Sosial, logistik dari PMI, dan dukungan logistik dari BPBD.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjamin kebutuhan dasar warga—makanan, air bersih, dan perlindungan sementara—sebelum membahas langkah jangka panjang. “Setelah kedaruratan teratasi, kita akan diskusikan bersama masyarakat, termasuk kemungkinan relokasi ke hunian yang lebih aman,” ujar Safrizal.

Pendataan korban terdampak masih berlangsung, dengan tim dari kelurahan dan kecamatan bekerja beriringan dengan relawan. Warga yang berhasil menyelamatkan diri menggambarkan suasana panik saat api melahap atap rumah dan memutus jalur evakuasi. Beberapa warga melaporkan api tampak berasal dari bagian belakang rumah, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan oleh tim investigasi kebakaran.

Kebakaran ini memicu kekhawatiran akan kerentanan permukiman padat di ibu kota, terutama di kawasan dengan akses jalan sempit dan infrastruktur pemadam kebakaran yang terbatas. Pemerintah daerah berjanji akan meninjau ulang kesiapsiagaan bencana di kawasan serupa, sambil menyalurkan bantuan darurat kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang penting.

Saat ini, ratusan warga masih bertahan di lokasi pengungsian, menunggu kejelasan nasib rumah mereka dan proses pemulihan yang akan datang.

Previous articleUkraina Hancurkan Pesawat Pemburu Kapal Selam Rusia di Taganrog
Next articlePemakaman Militer untuk Ryamizard Ryacudu