Home Berita Nasional Anjing Pemburu Tewaskan Bocah 9 Tahun di Bogor

Anjing Pemburu Tewaskan Bocah 9 Tahun di Bogor

Sumbawanews.com,- Peristiwa memilukan terjadi di hutan Jasinga, Bogor, ketika bocah laki-laki berusia sembilan tahun, MAS, tewas diserang sekelompok anjing pemburu babi hutan saat sedang memancing bersama temannya. Insiden itu terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, di tengah kegiatan perburuan ilegal yang melibatkan puluhan orang dan anjing-anjing peliharaan yang dilatih untuk mengejar babi hutan.

Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di atas rerumputan, dengan luka parah di bagian kepala. Rekaman video yang kemudian viral memperlihatkan tubuh kecil itu tergeletak tak bernyawa, memicu kemarahan publik dan respons cepat dari aparat keamanan. Polres Bogor segera turun ke lokasi, mengevakuasi jenazah, dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk anjing-anjing yang terlibat dalam serangan.

Tersangka utama dalam kasus ini adalah pemilik anjing berinisial Y, warga Jakarta, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Berdasarkan pemeriksaan saksi dan hasil forensik, darah korban ditemukan di sekitar mulut anjing milik tersangka. Polisi menyimpulkan bahwa pemilik sengaja melepaskan anjingnya tanpa pengawasan, membiarkan hewan-hewan itu mengejar target buruan hingga masuk ke area yang dihuni warga.

“Ini bukan kecelakaan biasa. Ini kelalaian berat yang berujung pada kematian anak kecil,” ujar AKP Silfi Adi Putri, Kasat PPA/PPO Polres Bogor. Tersangka kini dijerat Pasal 474 ayat 3 dan/atau Pasal 336 huruf C KUHP Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda kategori V.

Tak hanya pemilik, 43 orang yang terlibat dalam rombongan perburuan juga telah diperiksa. Mereka membawa total 125 ekor anjing—109 di antaranya diamankan dalam kondisi hidup, 4 ditemukan mati, dan 12 lainnya masih dalam pencarian. Pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor untuk melakukan isolasi, uji rabies, dan sterilisasi terhadap semua hewan yang terlibat, demi mencegah penyebaran zoonosis.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian ini. “Duka ini adalah duka kita bersama. Kami akan mengejar keadilan, bukan hanya untuk keluarga korban, tapi juga sebagai peringatan bahwa perburuan liar tidak boleh lagi mengorbankan nyawa sipil,” ujarnya.

Sementara itu, teman korban yang ikut memancing selamat dari serangan. Ia menjadi satu-satunya saksi mata yang bisa memberikan gambaran jelas tentang bagaimana anjing-anjing itu tiba-tiba muncul dari semak-semak, mengejar korban hingga tak sempat menyelamatkan diri.

Kasus ini memicu gelombang protes dari masyarakat dan aktivis lingkungan. Banyak yang menuntut penegakan hukum tegas terhadap para pemburu liar, serta pengawasan ketat terhadap kepemilikan anjing pemburu yang kerap digunakan secara sembarangan di kawasan perbatasan hutan dan permukiman.

Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah menyiapkan regulasi baru yang melarang keras penggunaan anjing untuk perburuan di area dekat permukiman, sekaligus memperkuat sanksi bagi pelanggar. Di tengah duka yang belum reda, keluarga korban berharap kejadian ini tidak menjadi sekadar berita yang cepat dilupakan.

“Anak saya hanya ingin memancing. Ia tak tahu bahwa hutan di belakang rumahnya telah berubah jadi medan perang,” ujar ibu korban, dengan suara tercekat, di depan rumah duka di Jasinga.

Previous articleKuota Haji Tambahan Dicurangi, Direktur dan Ketum Asosiasi Ditahan
Next articleMahasiswa Soroti Data Pariwisata dalam RPJMD KSB 2025–2029, Pertanyakan Klaim Puluhan Ribu Wisatawan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.