Beijing, sumbawanews.com – Menteri Luar Negeri Tiongkok dalam konfrensi pers Minggu (08/03) mengatakan, perang Iran tidak akan dimenangkan oleh siapapun. Dan sejarah telah membuktikan berulang kali.
“Melihat Timur Tengah diliputi api, saya ingin mengatakan bahwa ini adalah perang yang seharusnya tidak terjadi, ini adalah perang yang tidak menguntungkan siapa pun. Sejarah Timur Tengah berulang kali menunjukkan kepada dunia bahwa kekuatan tidak memberikan solusi dan konflik bersenjata hanya akan meningkatkan kebencian dan menimbulkan krisis baru,” ucapnya.
Baca Juga: Tiongkok Dukung Iran Jaga Kedaulatan, Ingatkan Negara Besar
Tiongkok menyerukan penghentian segera operasi militer untuk menghindari eskalasi situasi yang semakin memburuk dan mencegah konflik meluas dan menyebar.
Ia menyampaikan, solusi yang tepat dan layak bagi isu-isu yang berkaitan dengan Iran dan Timur Tengah, prinsip-prinsip mendasar berikut harus dipatuhi yakni menghormati kedaulatan nasional. “Kedaulatan adalah landasan tatanan internasional saat ini. Kami percaya bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran dan semua negara di kawasan Teluk harus dihormati dan tidak boleh dilanggar,” ucapnya.
Kedua, menolak penyalahgunaan kekerasan. “Kekuatan tidak selalu berarti kebenaran. Hukum rimba tidak boleh kembali dan menguasai dunia. Penggunaan kekerasan secara sengaja tidak membuktikan kekuatan seseorang,” jelas dia.
Ketiga, tidak campur tangan dalam urusan internal. “Rakyat di Timur Tengah adalah penguasa sejati kawasan ini. Urusan Timur Tengah harus ditentukan oleh negara-negara di kawasan itu secara independen. Merencanakan revolusi warna atau mengupayakan perubahan rezim tidak akan mendapat dukungan rakyat,” ujarnya.
Keempat, mendorong penyelesaian politik atas isu-isu panas. China selalu percaya bahwa perdamaian adalah yang paling berharga.
“Semua pihak harus kembali ke meja perundingan secepat mungkin, menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang setara, dan berupaya mewujudkan keamanan bersama,” tambah dia.
Kelima, negara-negara besar harus memainkan peran konstruktif dan menggunakan kekuatan mereka dengan niat baik. Pepatah Tiongkok kuno lainnya berbunyi, ketika kebajikan dan keadilan tidak dipraktikkan, posisi kekuatan akan bergeser. Negara-negara besar harus bertindak dalam semangat keadilan dan kebenaran, dan memberikan lebih banyak energi positif untuk perdamaian dan pembangunan Timur Tengah.
“Sebagai sahabat sejati dan mitra strategis, Tiongkok siap bekerja sama dengan negara-negara Timur Tengah untuk melaksanakan Inisiatif Keamanan Global, dan memulihkan ketertiban di Timur Tengah, memulihkan ketenangan rakyat, dan memulihkan perdamaian di dunia,” jelasnya. (Using)















